FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Penyair Digital, Cinta Yang Membawanya Pada 'Sunyi dan Sepi'



Sejak maraknya era digitalisasi yang serba online, yang membuat segala perubahan total kehidupan kita dari berbagai sektor ditambah lagi kondisi pandemi yang tidak jelas sampai kapan ujungnya, kita mulai memasuki sebuah fase dunia yang mulai berjarak

Bukan karena saling benci manusia mulai berjarak tapi karena kondisi yang mengharuskanya untuk bisa saling menjaga jarak, kegiatan kumpul-kumpul yang sebelumnya menjadi sebuah bagian dari lifestyle generasi milenial dan dunia bisnis bagi para pengusaha cafe kini telah menjadi sesuatu yang dibatasi dengan aturan PPKM atau bahkan sebelumnya dilarang sama sekali

Kegiatan-kegiatan akademik, dunia pembelajaran dan seminar telah beralih yang dulunya terbuka dalam aula atau ruang kelas kini lebih banyak beralih kepada zoom, walaupun untuk sekarang pemerintah sudah mulai mengijinkan pembelajaran tatap muka yang masih dibatasi sebagianya

OPINI LAINNYA:
OPINI: Nasib Pembelajaran Daring Pasca Pemberlakuan PTM
OPINI: Kegagalan Kaum Tua dalam Memahami Politik Anak Muda
OPINI: Yang Bertahan Di Tengah Pandemi

Hampir setahun lebih kita menjalani kehidupan seperti ini, pandemi telah membuat sebagian besar kita prustasi terlebih dengan dunia usaha, lalu bagaimana dengan dunia kesenian dan  kesusastraan, yang pastinya juga ikut terdampak, tidak ada kegiatan-kegiatan pertunjukan teater atau pembacaan puisi di ruang-ruang publik

Jauh-jauh hari sebelum datangnya pandemi, era kesusastraan angkataan 2000-an hingga hari ini terlebih kita dengar dengan jargon era generasi z, dimana manusia mulai beralih dari yang dulunya serba manual sekarang ke serba digital, banyak para penulis dan penyair mulai menunjukan eksistensinya dalam jagat digital

Hampir sebagian penyair digital dan esais menuliskan sebagian besar karyanya terhadap sebuah bentuk kekecewaan, isu-isu sosial dan politik yang menyangkut kebijakan pemerintah hingga bercerita bagaimana jenuhnya dirinya menjadi kaum rebahan selama masa pandemi

Dalam sudut pandang penyair, era dunia yang serba berjarak ini, bukan sesuatu hal yang bagus, tapi itu adalah sebuah penderitaan, karena manusia akan semakin berjarak dengan sekitarnya terlebih ketika ia berjarak dengan kekasihnya yang menjadi sumber dari setiap karya dan inspirasinya

Jarak bagi seorang penyair adalah penderitaan, penderitaan yang membawa dirinya pada kata "Sunyi & Sepi", Penderitaan yang membawanya pada kerinduan. Pada suatu waktu penyair Chairil Anwar pernah di tanya soal banyaknya ia mengkonsumsi rokok, kemudian ia jawab "Bukan rokok ini yang membunuhku tapi puisi (kesepianlah) yang membunuhku"



 

Yaya Suryana, Penulis Warga Binong Subang



 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gema Sholawat di Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukasari Subang Allahumma Shalli Alaih https://t.co/aMfg2A4NaP
Merumuskan Pembelaaran IPA Dengan Pendekatan Quranic Socio Science https://t.co/5OXbDrSeKa
Kisah Inspiratif, Pernah Punya Hutang Milyaran dan Jadi Gelandangan Kini Sukses dengan Usaha Skincare https://t.co/3bqMe1lpLq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter