FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Awas Ada Ratusan Creepware Gentayangan di Google PlayStore, Apa Itu?



Google telah menghapus sedikitnya 813 aplikasi dari Play Store yang masuk dalam kategori aplikasi creepware. Apa Creepware itu? Begini penjelasannya...

Istilah creepware ini muncul dari sekelompok akademisi yang meneliti keberadaan aplikasi yang kelakuannya hampir menyerupai sebuah stalker alias penguntit. Para akademisi dari New York University, Cornell Tech, dan NortonLifeLock ini kemudian membuat sebuah makalah berjudul 'The Many Kinds of Creepware Used for Interpersonal Attacks.'

Jadi, creepware ini sebenarnya mengacu pada aplikasi yang tak punya fitur seperti layaknya spyware ataupun stalkerware. Namun aplikasi ini masih bisa dipakai untuk menguntit, mengganggu, menipu, atau mengancam orang lain, baik langsung maupun tak langsung.

BACA JUGA:
Sempat Heboh Aplikasi Raqib Atid untuk Android, Kini Hilang dari PlayStore
Daftar HP Android dengan Memory Internal 128GB Berharga Rp. 2 Juta-an
Baterai Android Kamu Sering Boros? Lakukan Cara Ini
Awas! Jangan Terkecoh Dengan Iming-iming WhatsApp Gold, Itu Adalah Penipuan


Para akademisi itu pun kemudian mengembangkan sebuah algoritma bernama CreepRank yang bisa mengidentifikasi aplikasi yang punya kelakuan seperti creepware tersebut. Kemudian algoritma itu membuat sebuah skor untuk setiap aplikasi yang ada.

Contohnya, algoritma CreepRank bisa mengidentifikasi aplikasi yang bisa mengekstrak pesan SMS dari sebuah perangkat, meniru identitas pengguna dalam percakapan di aplikasi instant messaging ataupun SMS, melancarkan serangan denial of service, menyembunyikan aplikasi, mengontrol akses aplikasi lain, memantau lokasi, dan lain sebagainya.

Aplikasi yang punya kemampuan tersebut tak masuk kualifikasi sebagai spyware, namun tetap bisa disalahgunakan kemampuannya, atau malah bisa dikombinasikan dengan aplikasi lain agar mempunyai kemampuan yang lebih intrusif.

Meneliti keberadaan creepware di 50 juta perangkat
Setelah membuat algoritma tersebut, tim peneliti itu memakainya untuk mengidentifikasi creepware yang sudah beredar.

Mereka menggunakan data yang disediakan oleh NortonLifeLock yang berasal dari perangkat yang menjalankan Norton Mobile Security. Mereka menjalankan CreepRank pada sampel data anonim dari aplikasi yang terinstal di lebih dari 50 juta ponsel Android.



Analisis terhadap 1000 aplikasi dengan CreepRank tertinggi menyebut 857 di antaranya masuk kualifikasi sebagai creepware, demikian dikutip detikINET dari Zdnet, Kamis (14/5/2020).

Jika algoritma CreepRank diterapkan pada data yang berasal dari 2017, 2018, dan 2019, ada 1095 aplikasi creepware yang jumlah instalasinya melebihi 1 juta kali di seluruh dunia. Data inilah yang kemudian diberikan ke Google, yang kemudian berujung pada dihapus 813 aplikasi yang benar-benar melakukan pelanggaran aturan Play Store.

Sumber: detikINET

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Update Covid-19 di Indramayu 28 Oktober: 7 Sembuh dan 12 Positif https://t.co/sjwOVY1Ibm
28 Oktober, Kasus Covid-19 di Subang Bertambah 11 Orang https://t.co/mBUuQnyxSm
Terkonfirmasi Covid-19, Seorang Nakes di Indramayu Meninggal Dunia https://t.co/CvVyhARoFz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter