FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pembalap Muda Subang Jawara di IRS 2016 Seri 3 di Sentul

Kelas Honda Racing School CBR150R Indospeed Race Series (IRS) 2016 seri 3, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/8). Arie Salman menjadi pebalap tercepat menyentuh garis finis.

Arie, start di posisi 10 saat balapan langsung merangsek ke depan dan meninggalkan pebalap lainnya. Namun, di beberapa lap, Arie sempat disalip oleh Arya Aditya, tapi Arie terus berusaha melakukan penekanan.

Pebalap berusia 14 tahun itu mengaku, kuncinya fokus saat balapan sehingga dia bisa mencapai garis finis lebih dulu, dan meninggalkan Pradana Boby yang finis kedua, disusul Arya Aditya.

“Intinya saya fokus, dari awal saya terus push ke depan. 3 lap terakhir sempat disalip oleh Boby, tapi saya berusaha ikutin Boby dan curi anginnya, saat lepas dari tikungan terakhir saya salip Boby dari sisi luar, sehingga saya bisa menyalip Boby jelang finis,” ujar pebalap asal Subang saat ditemui di Sentul, Minggu (14/8/2016).

Honda Racing School merupakan langkah PT Astra Honda Motor (AHM) mendidik para pebalap berusia muda menggunakan Honda CBR150R. Bertujuan agar pebalap Honda nantinya terbiasa membalap menggunakan motor jenis sport.

Meski usianya masih belia, 12 tahun, namun pebalap subang, Arie Salman mulai mengukir prestasi di dunia balap. Pebalap Tim Golden Racing Subang itu bahkan bertekad bisa melesat di trek balap internasional dan mengharumkan nama bangsa.

Arie yang ditemui Dapurpacu di Markas Golden Racing, beberapa waktu lalu itu bertutur prestasi, semangat, dan tekadnya itu tak lepas dari dorongan sang ayah, Asep Ahmad Munaja, yang juga pebalap asal Subang.  Dorongan dan ilmu yang diberikan ayahnya itu  baginya seolah  memberi  ‘mantra’ sakti  saat berlaga.

“Ayah saya selalu memberikan support serta ilmu yang sangat penting agar saya bisa menaklukan balapan ataupun mengendalikan sepedamotor yang saya tunggangi,” tegas Arie saat diwawancarai di Markas Tim Golden di Subang.

Terlebih, dia juga mendapatkan arahan dan gemblengan dari ‘komandan’ tim Golden Racing, Koh Pepen. Dengan gemblengan dan kepercayaan yang diberikan tim, membuat siswa Sekolah Menengah Pertama 3 Subang ini semakin percaya diri.

Koh Pepen sendiri mengaku melihat potensi dan talenta Arie memang cukup besar. Terutama jika melihat cara membalapnya di trek sirkuit. “Cara balap Arie sudah cukup lumayan baik, makanya kami memberikan kepercayaan untuk turun race dan terbukti hasilnya juga tidak buruk,” ujarnya.

Fakta berbicara, penggemar berat Marc Marquez itu telah mampu mengukir prestasi saat pertama kali berlaga di ajang Honda Racing Championship (HRC) seri pertama di Malang, Jawa Timut, tahun lalu. Dia menempati posisi ke-5 pada kelas MP5. Iitu semua bukti bahwa dia memiliki talenta atau bakat yang tinggi di bidang balap.

“Setelah di Malang saya kembali turun di Final HRC di Kemayoran Jakarta dan mengikuti kembali kelas MP5. Alhamdulillah bisa menduduki posisi ke-5 juga,” ucapnya.

Kini, di tahun ini, Arie berharap pada tahun ini bisa memperbaiki apa yang telah didapatkannya pada tahun lalu. Dia bertekad untuk meningkatkan posisinya lebih baik  dengan berdiri kaki di podium dan menerima piala. Bahkan tak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara.. [dapurpacu]

 

Follow twitter @tintahijaucom l like page FB Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Remaja Bantarwaru Majalengka, Sulap Limbah Garmen jadi Rupiah https://t.co/rh8i1EJdmr
Akhir Pekan, Kasus Covid-19 di Majalengka Tambah 6 Orang https://t.co/JGWplIWzGl
Empat Tantangan Rona Mairiansyah Pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Subang https://t.co/SXwvrgkngH
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter