TINJAU Subang- Berbeda dengan pegawai Badan Kepegawain Ddaerah (BKD) yang diusir DPRD karena Kepala BKD mangkir, Dinas Pendidikan (Disdik) justru berhasil "memperdaya" sebagian anggota panitia khusus DPRD. Setelah mangkir dari jadwal pansus pada Kamis (26/4/2012), pada hari Jumat (27/4/2012) kemarin Dsdik sukses "memaksa" DPRD menggelar pansus di gedung DPRD, atau di SMK PGRI Subang.
Rapat pansus antara DPRD dengan Disdik terkesan ditutup-tutupi. Koordinator Pansus Ating Rusnatim berusaha mengelabui kegiatan pansus di luar Gedung DPRD. Saat dihubungi melalui telpon genggamnya sekitar pukul 13.22, Ating menyatakan pansus akan digelar pada pukul 14.00 WIB digedung DPRD. Namun hingga agenda pansus di DPRD, rombongan Disdik itu belum ada munculnya.
Saat dikonfirmasi melalui layanan Blackberry Massenger, Ating menyatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Kepala Disdik Asep Muslihat yang menyebutkan sore hari akan segera ke DPRD. Namun pada pukul 15:46 WIB, pernyataan Ating berubah 180 derajat. Ia menegaskan, pansus dengan Disdik sudah digelar di SMK PGRI dan dia sebagai pimpinan rapat tersebut. "Pembahsan dengan Disdik sudah di SMK PGRI," jawab Ating.
Saat didesak alasan pansus digelar di SMK PGRI, Ating beralasan untuk lebih praktis saja. "Kemarin kan belum siap. Jadi sambil meninjau SMK swasta yang maju dilaksanakan di sana, dan sudah disiapkan. Kita ambil praktis untuk dilaksanakan," kilahnya.
Ironisnya, keputusan itu tidak banyak diketahui oleh anggota. Salah seorang anggota pansus yang menyatakan pembahasan di luar itu harus sesuai dengan kesepakatan rapat internal pansus. "Dan itu tidak dilakukan," ujar sumber TINTAHIJAU.com.






