TINJUAU Subang- Kordinator Pansus Ating Rusnatim mengakui telah menggelar pansus dengan pihak Dinas Pendidikan di SMK PGRI pada Jumat (27/4/2012) kemarin. Pernyataan tersebut justru dibantah Sekretaris Disdik Titin Supriatin.
Saat dikonfirmasi, Titin membantah pertemuan di SMK PGRI itu membahas pansus. Bahkan, menurut pengakuannya, pansus dengan Disdik belum dilakukan. "Tidak ada pansus di SMK PGRI. Itu kata siapa sumbernya? Disdik malah belum, nanti saya lihat jadwalnya kapan," kilah Titin kepada TINTAIJAU.com.
Jika pertemuan di SMK bukan pansus, artinya ada agenda lain. Saat ditanyakan soal itu pun Titin mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tidak tahu nanti saya kordinasi dengan Pak Kadis. Saya baru pulang dari Tambak Dahan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kordinator Pansus DPRD Ating Rusnatim meyakini dirinya ikut dalam rapat pansus di SMK PGRI tersebut. "Pembahsan dengan Disdik sudah di SMK PGRI," kata Ating. "Kemarin kan belum siap. Jadi sambil meninjau SMK swasta yang maju dilaksanakan di sana, dan sudah disiapkan. Kita ambil praktis untuk dilaksanakan," imbuhnya.
Pernyataan siapa yang benar? Biarkan publik yang akan menilai. Namun yang jelas, jika benar pansus Disdik dilakukan di SMK PGRI disesalkan sejumlah element. Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP) Subang misalnya, menilai kegiatan itu sudah jelas-jelas mencederai publik.
"Jelas ini sudah menyakitkan publik, padahal seharusnya ini dibuka secara terbuka dan transparan. Ada apa sebenarnya antara pansus DPRD dengan Disdik?," tegas Ketua LAP Subang Yaya Sudarya.
Sebagai instansi dengan anggaran tertinggi, seharusnya DPRD harus bersikap mewakili rakyatnya. Ia menkhawatirkan, dengan pelaksanaan Pansus di SMK PGRI sebagai skenario untuk menutup-nutupi.
"Yang sangat disesalkan adalah sikap Pansus. Apa jadinya lembaga sekelas DPRD jika menuruti keinginan eksekutif. Jangan sampai ada dusta diantara kita," imbuhnya.
Yaya khawatir digelarnya pansus di SMK PGRI itu, menjadi pembenaran ada "masalah" di lingkungan Disdik. Sehingga untuk menghindari publikasi, mereka mengelabui publik dengan menggelar pansus di luar gedung DPRD. Ironisnya, agenda tersebut tidak diketahui oleh sleuruh anggota Pansus.






