TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Sabtu, 23 Agustus 2014
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Pagar Sekolah Ambruk, Siswa SD di Pabuaran Dilarikan ke RS Pagar Sekolah Ambruk, Siswa SD di Pabuaran Dilarikan ke RS TINJAU PABUARAN- Pagar SD Sekar Budaya, Desa Salamjaya, Keca...
Dampak Galian C, Pemukiman Belakang DPRD Subang Kerap Banjir Dampak Galian C, Pemukiman Belakang DPRD Subang Kerap Banjir TINJAU SUBANG- Dampak aktivitas Galian C menjadi sorotan. Se...
Preman Ciater Aniaya Karyawan PT. SariAter Preman Ciater Aniaya Karyawan PT. SariAter TINJAU CIATER- Gara-gara tersinggung dengan prilaku karyawan...
Soal Rumah Nyaris Ambruk, ini Penjelasan Dinas Tarkimsih Subang Soal Rumah Nyaris Ambruk, ini Penjelasan Dinas Tarkimsih Subang TINJAU SUBANG- Kondisi rumah pasangan suami istri (Pasutri) ...
Pembebasan Jalan Tol Cipali di Subang Belum Tuntas Pembebasan Jalan Tol Cipali di Subang Belum Tuntas TINJAU CIBOGO- Pembebasan lahan yang digunakan untuk proyek ...
Sempat Memanas, Warga dan Pengusaha Galian C Akhirnya Sepakat Sempat Memanas, Warga dan Pengusaha Galian C Akhirnya Sepakat TINJAU DAWUAN- Kisruh soal usaha galian C di Desa Cisampih, ...

Dana Jampersal Telat Karena Dibekukan

TINJAU SUBANG- Dana bantuan untuk Jaminan Persalinan (Jampersal) yang belum cair sejak Maret hingga Agustus 2013, hari ini (23/8/2013) dipastikan dana tersebut cair dan akan secepatnaya didistribusikan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Subang.

Menurut Kasi Pelayanan Dasar dan Rujukan Dinkes Subang, Saeful Arifin, bahwa terkait pembayaran Jampersal yang pembayarannya telat selama 6 bulan senilai Rp9 miliar tersebut, karena terhambat di Kemenkes. Hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Subang telah mendapat informasi pencairan Jampersal dari Kementerian Kesehatan Pemprovinsi Jabar.



"Kita sudah dapat informasi dari pusat bahwa jampersal akan didistribusikan mulai hari ini, itu informasinya," kata Saeful Arifin melalui ponselnya kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (23/8/2013).

Saeful melanjutkan, keterlambatan dana tersebut dikarenakan kemarin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sempat membekukan dana Kemenkes. "Karena dana tersebut sempat dibekukan jadi berimbas kepada pencairan Jampersal, makannya pembayaran program persalinan yang diperuntukan untuk warga miskin itu telat, untuk pendistribusian kepada pukesmas akan kita lakukan pekan depan," ujarnya.

 

Sebelumnya, ratusan bidan di Kabupaten Subang terpaksa harus mengeluarkan uang sebesar Rp30 juta sebulan untuk menutupi biaya persalinan masyarakat miskin. Hal ini disebabkan dana bantuan program jaminan persalinan (jampersal) belum cair

"Sampai saat ini anggaran Jampersal dari Kementerian Kesehatan yang diperuntukan untuk warga miskin belum cair juga," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Pabuaran, Jajang Abdulhaki. [Warlan putra | @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini