FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bendungan Sadawarna Jadi Solusi Masalah Petani Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Bendungan Sadawarna yang ada di daerah Cibogo, Subang, dianggap menjadi solusi atas masalah air yang diadapi petani Subang. Saat ini, Bendungan Sadawarna yang menjadi Proyek Pemerintah Pusat itu sudah mulai digarap.

Bupati Subang H. Ruhimat mengatakan, permintaan pelaksanaan proyek Bendungan Sadawarna segera dilaksanakan, berdasarkan atas keluhan petani yang setiap tahunnya dihadapkan dengan masalah air. Berbekal, keluhan itu, Bupati yang pada beberapa bulan lalu sempat viral naik ojek online di Ibu Kota, melakukan lobi ke sejumlah Kementerian.

"Kita sering sekali mendengar masalah yang dihadapi teman-teman petani, kalau kemarau sawah jadi kering, kalau musim hujan sawah malah banjir. Dengan Bendungan Sadawarna ini, nantinya, masalah itu jangan lagi ada," kata Bupati Ruhimat

Start dari Dahana Subang, Tahun ini Pembangunan Waduk Sadawarna Dimulai

Keberadaan Bendungan Sadawarna ini, jelas Bupati, tidak hanya memberi manfaat bagi warga dan petani di Kabupaten Subang, tapi beberapa daerah tetangga seperti Sumedang dan Majalengka akan mendapat manfaatnya. Dengan demikian, karena lokasinya ada di Daerah Subang, Bupati mengaku merasa berkewajiban untuk meminta percepatan realisasi Proyek Bendungan Sadawarna yang sudah mewacana sejak beberapa tahun lalu.

"Rencana proyek pembangunan pusat itu harus kita respon, tapi tidak cuma merespon saja, harus dikejar, biar segera direalisasikan, segera manafaatnya dirasakan untuk masyarakat. Kita menginginkan, pemerintah itu hadir, pemerintah itu ada di tengah masalah rakyat. Sedikit demi sedikit, kita coba urai dan kita selesaikan," katanya

Seperti diberitakan, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Pembangunan Bendungan Sadawarna, Jaya mengatakan, progres proyek Bendungan Sadawarna pada 2019 ini sekitar 10%. Jaya menyampaikan perihal permintaan pelepasan tanah DAHANA yang akan dibangun bendungan. Pada mulanya tanah DAHANA yang harus dilepaskan seluas 69 hektar, namun setelah melakukan kajian dan sertifikasi design pembangunan, lahan DAHANA yang akan terpakai semakin meluas menjadi 72 hektar.

Untuk meningkatkan progres pembangunan, Jaya melanjutkan, pihaknya akan segera memulai pembangunan dengan titik awal pengerjaannya di lahan DAHANA. "Kami sangat perlu segera meningkatkan progres pengerjaan pembangunan, karenanya kami memohon izin penggunaan lahan, seiring berjalan dengan penyelesaian administrasi pembelian lahannya," terang Jaya saat aduien di PT. Dahana Subang awal Juli lalu

Rencananya, akses jalan dan lahan milik DAHANA akan menjadi titik awal progres pembangunan, dimana nantinya alat-alat besar akan masuk melalui akses jalan milik DAHANA, dan penyimpanan material serta kantor akan dibangun diatas lahan DAHANA. Lahan ini adalah lahan yang nantinya harus dilepas oleh DAHANA.

Jaya pun memastikan bahwa pihaknya telah melakukan kesepakatan kontrak dengan beberapa pihak untuk pengerjaannya, begitu pun design bendungan telah jadi dan telah tersertifikasi karenanya tahap awal pembangunan sudah pasti.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Gugus Tugas Indramayu: Satu Keluarga dan Seorang Perawat Positif Corona https://t.co/w0R6lTmeDd
Pandemi Corona, Pendapatan Pedagang Sembako di Pantura Subang Menurun https://t.co/S52kFodMZy
Jumlah Positif Covid di Subang Bertambah, Total 48 Orang https://t.co/QZneTn0Hup
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter