FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Setahun jadi Gubernur, Emil Ngabret Program Keummatan

BANDUNG, TINTAHIJAU.com - Hampir setahun sudah, pasangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menahkodai pemerintahan di tingkat provinsi. Berbagai program unggulan pun digulirkan, seperti Jabar Quick Respones (JQR), English For Ulama, Satu Desa Satu Hafidz, Kredit bjb Mesra, Jabar Saber Hoax, Desa Digital, dan Desa Juara.

Program-program itu pul telah berjalan dan menuai dampak pada kesejahteraan masyarakat. Itu pun ditunjukkan dengan adanya peningkatan status 530 desa di Jabar dari desa berkembang menjadi desa maju.

Di bawah pemerintahan pria yang akrab disapa Emil tersebut, Pemprov Jabar memang ngabret (cepat, red) menjalankan program untuk mencapai visi 'Jabar Juara Lahir Batin' yakni tak hanya membangun secara fisik, tapi masalah ruhaniah masyarakat pun sangat diperhatikan secara detail oleh mantan Wali Kota Bandung tersebut. Dari sekian banyak program keumatan tersebut, salah satu program yang terlihat sudah berjalan adalah program Satu Desa Satu Tahfiz.

Sejumlah pesantren memeriahkan hari peringatan Maulid Nabi di Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya yaitu Pesantren Tahfiz Alquran Misbahunnur. Para santri dan santriwati membacakan Alquran dengan cara dihafal dihadapan guru, orangtua santri.

Menurut Emil, program Satu Desa Satu Tahfiz ini progresnya cukup baik karena sudah berjalan. Dia menyebutkan, sudah ada 1.200 orang yang akan belajar di berbagai pesantren Tahfiz Alquran.

"Jabar Juara Lahir Batin ini sekarang sudah ngabret. Saya laporkan, ada 1.200 anak-anak di tiap desa yang sudah mulai belajar di pesantren Tahfiz Alquran yang tersebar di berbagai daerah. Sehingga, cita-cita satu desa memiliki satu tahfiz Alquran bisa terwujud,” papar Emil.

Kemudian, kata dia, program English for Ulama tengah berjalan. Bahkan, akan ada lima ulama yang berasal dari Jabar dikirim ke Inggris untuk menjadi duta perdamaian dengan berdakwah.  "Gelombang keduanya sedang persiapan dan berita baiknya dalam waktu dekat lima ulama akan dikirim ke Inggris," katanya.

Emil berharap, program pelatihan bahasa Inggris bisa diikuti oleh semua ulama. Karena, program ini akan terus berlanjut. Sedangkan progres program One Pesantren One Product (OPOP), saat ini terdapat 500 pesantren yang sedang menyiapkan business plan untuk pengembangan ekonomi.

Begitu juga, dengan program Kredit Mesra (Masjid Sejahtera), sudah berjalan dengan baik. Emil pun meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk menyampaikan informasi kepada masyarakatnya terkait program tersebut. Program Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) ini, bekerja sama dengan BJB. Jadi,  masyarakat bisa mendapat pinjaman modal usaha dengan rekomendasi dari DKM Masjid setempat.

Berbagai program tersebut, kata dia, bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Khusus Kredit Mesra, dibuat untuk mempermudah akses keuangan bagi masyarakat. "Tolong sampaikan warganya kalau butuh pinjaman uang cukup datang ke masjid yang sudah direkomendasikan oleh DKM. Dana itu sudah kita sebar ke berbagai daerah," ungkap Emil.

Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar sangat mendukung berbagai program keumatan yang digulirkan Pemprov Jabar. Walaupun, tak semuanya melibatkan MUI. Beberapa program yang melibatkan MUI Jabar, di antaranya adalah Kredit Mesra dan English For Ulama.  "Kami mendukung semua program keumatan yang dibuat Pemprov Jabar. Saya berharap, program yang tak melibatkan MUI pun harus berjalan juga," katanya.

Rafani mengatakan, dengan banyaknya program yang dibuat untuk umat muslim tersebut, diharapkan bisa berdampak pada masyarakat Jabar yang mayoritas muslim. Yakni, masyarakat Jabar bisa semakin religus. "Kan semua program ini harus ada dampaknya ke masyarakat kalau visi Jabar juara lahir batin ingin tercapai," katanya.

Rafani menyarankan pada Pemprov Jabar, agar membuat program sekaligus menetapkan indikator keberhasilannya apa. Jadi, indikatornya harus jelas. Misalnya, kalau program bidang keagamaan ini di pacu maka indikator keberhasilannya harus bisa terlihat misalnya kemaksiatan berkurang, judi hilang, prostitusi tak ada dan lain-lain. "Semua kemaksiatan seharusnya berkurang dengan digenjotnya program keagamaan ini. Jadi, indikator keberhasilan programnya harus jelas terukur," katanya.

Untuk program Kredit Mesra, kata dia, indikator keberhasilannya selain harus d bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga harus bisa menghilangkan praktik riba di masyarakat.

Sedangkan untuk program English For Ulama (EFU), saat ini, telah berjalan dengan melibatkan MUI. MUI diminta untuk menyeleksi ulama yang akan mengikuti program ini. Pelatihan angkatan pertama pun sudah selesai dilakulan. "Nah yang belum tindak lanjutnya, ulama yang akan dikirim ke Eropa ini belum," katanya.

EFU sendiri, telah usai. Peserta angkatan pertama, terpilih sebanyak 30 orang dari 265 ulama yang mendaftar. Mereka, telah mengikuti program EFU yang sudah berjalan dari 28 Maret hingga 11 April 2019.

sumber: republika

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Penggiat Budaya dan Pariwisata Bahas Kemajuan Destinasi dan Budaya Subang https://t.co/aa2WdpFwAr
Tekan Ledakan Penduduk, Pemkab Subang Kampanye Penggunaan Kontrasepsi https://t.co/uv3EwDLj53
Polres Subang Amankan 14 Orang dengan Barang Bukti 245 Gram Narkoba https://t.co/H2Pma6Ukrl
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page