FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Polemik Surat Disnakertrans Subang Terkait Libur Pabrik Berusia Sehari

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Dalam tiga hari terakhir ini masyarakat Subang khususnya di kalangan pekerja di perusahaan digegerkan dua surat yang beredar di dunia maya.

Dua surat berkop Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut itu terkait libur bekerja di perusahaan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona yang mewabah dalam ebberapa pekan terakhir ini.

Surat pertama berisi perihal hasil kepsepakatan LKS tripartit yang ditandatangni pada 31 Maret lalu. Dalam surat tersebut menyebutkan seluruh eprusahaan baik swasta, BUMN.BUMD agar meliburkan diri dengan mengambil hak cuti terhitung sejak 6 April sampai 20 April.

BACA JUGA: Kasbi Jabar Prihatin Buruh Masih Kerja di Tengah Pandemi Virus Corona

Surat tersebut, direspon positif kalangan buruh. Namun usia Surat itu tidak lama. Sehari berikutnya atau tanggal 1 April, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Subang mengeluarkan surat perihal pencabutan surat hasil ksepekatan LKS tripartit di atas.

Untuk mengclearkan, masalah ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinaskertrans) kembali menggelar rapat bersama serikat buruh, pengusaha di Aula Kantor Dinaskertrans Kabupaten Subang, Kamis (2/4/2020).

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan Disnakertrans Subang per 31 Maret 2020 yang isinya perusahaan, BUMN atau BUMD atau suasta selama 12 hari harus diliburkan dalam rangka penyebaran virus corona atau Covid-19.

Surat pertama itu, dengan tegas dibantah Kepala Dinaskertrans Kabupaten Subang Kusman Yuhana. Menurutnya surat tersebut baru konsep dan disebar oleh oknum.

"Surat itu baru konsep. Surat yang telah dikeluarkan di tanggal 31 Maret itu baru konsep, baru mau dikonsultasikan, tetapi sudah ada yang menyebarkan. Ini tidak tahu itu ada oknum," kata Kusman.

Surat edaran untuk perusahaan BUMN atau BUMD dan perusahaan yang telah terebar di media WA di anggap ada oknum yang menyebarkan.

"Saya kira itu jadi kalau misalkan di perusahaan-perusahaan ada cap asli dan sebagainya berarti itu saya yang salah. Saya kira itu karena surat itu berupa WA tidak yang asli, dan siapa yang menyebarkan ya saya tidak tahu itu siapa," terangnya.

Plt Ketua APINDO Kabupaten Subang Asep Rochman Dimyati (ARD) berkomentar terkait persoalan pekerja di tengah pandemi corona.
Asep menghimbau kepada masyarakat Subang, pimpinan perusahaan dan buruh dalam sikapi persoalan pekerja harus diliburkan 12 hari dalam pencegahan virus corona harus mengikuti aturan pemerintah pusat.

"Semua keputusan diliburkannya pekerja buruh ada di pemerintah pusat, dan daerah hanya mengikuti aturan yang sudah diatur dari pusat," kata ARD, Kamis (2/4/2020).

Adanya rapat Triparti di Disnakertrans Subang, merupakan niatan yang baik antara Disnakertrans, APINDO dan Perusahaan BUMN, BUMD akan disatukan untuk memusyawarahkan mencari solusi aturan peliburan pekerja.

"Masih kita bahas hari ini, tinggal menunggu hasilnya seperti apa," katanya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Twitter Update

Ogah Kalah Dengan Warga, Camat Cikaum Ikut Rapid Test https://t.co/5dktaittAb
Jusuf Kalla Menilai Masjid Lebih Mudah Diatur Protokol Kesehatan Dibanding Mal https://t.co/AX1AgNwnju
Jemput Bola, Pemkab Subang Lakukan Tes Swab kepada 97 Pedagang Pasar Kasomalang https://t.co/zncg2iyHp5
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter