FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kepala Dinsos Subang Angkat Bicara Soal Pemusnahan 2,4 Ton Telor Bansos

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Pemusnahan 2,4 ton telur busuk atau tak layak konsumsi bantuan Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jabar di belakang Gudang Bulog Subdivre Jalan Mayjen Sutoyo, Subang, pada Sabtu (20/6/2020) menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat Subang.

Kadinsos Subang, Deden Hendriana angkat bicara soal ini. Dia menyebutkan pemusanahan telor tidak layak konsumsi itu sesuai aturan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Deden mengatakan pemusnahan tersebut dilakukan lantaran tidak adanya penerima bantuan, atau penerima sudah meninggal dunia. Sementara bantuan tidak bisa dialihkan ke warga lain.

BACA JUGA: Tak Layak Konsumsi, 2,4 Ton Telor Bansos Provinsi untuk Warga Subang Dimusnahkan


"Jadi kalaupun kita (Pemkab Subang) memaksakan inisiatif menyalurkan bantuan telur tersebut tentunya menyalahi aturan yang ada, Itu tidak bisa dilakukan. Malah nanti kita bermasalah," kata Deden

Dia menjelaskan untuk bantuan lainnya yang kita ketahui jumlahnya Rp.500 ribu, ada aturan baru yang dikeluarkan gubernur, dimana sisa bantuan diluar telur yang sudah dimusnahkan, berupa beras 10 kg, terigu 1 kg, gula pasir 1 kg, makanan kaleng 2 kg, vitamin C, mie instan 16 bungkus, minyak goreng 2 kg boleh disalurkan ke Yayasan.

"Untuk Subang kami sudah salurkan ke salah satu yayasan wilayah subang selatan. Tapi bansos itu berupa bahan panganya saja sisa dari telur. Sementara uang Rp150 per kepala keluarga yang tidak tersalurkan dikembalikan oleh pihak kantor pos ke Pemprov Jabar sesuai mekanisme yang ada," terangnya

Deden menjelaskan jumlah penerima Bansos Provinsi Jabar di Subang sebanyak 112.769 KK dan akan berlangsung selama 4 bulan atau Agustus 2020 mendatang.

"Jadi itu mungkin karena sisa yang tidak ada penerimanya. Sebab, data dari Pusat dan Provinsi berdasarkan keluarga penerima manfaat dan data terpadu kesejahteraan sosial non PKH dan BPNT sebelumnya. Jadi bukan hasil RT/RW," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Subang, Dadang Hendrawan menjelaskan, telur yang dimusnahkan tersebut atas kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Subang setelah dicari calon penerimanya tidak ditemukan. Ada yang sudah pindah, alamat tidak ditemukan dan juga meninggal dunia.

"Dari sanalah ternyata telur yang ada di antara bantuan yang dikembalikan tidak layak konsumsi. Setelah berkoordinasi dengan Pemkab Subang dan pihak-pihak terkait akhirnya dimusnahkan dan jumlahnya mencapai 2.408 kilogram,”pungkasnya.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

4 ASN Positif Covid-19, Bupati dan Ratusan Pejabat Subang Kembali Dites Swab https://t.co/YSqEKEdaRw
4 ASN Positif Covid-19, Bupati dan Ratusan Pejabat Subang Kembali Dites Swab https://t.co/YSqEKEdaRw
Bedah Rumah, Golkar Subang: Kami Beri Bukti Bukan Obrol Janji https://t.co/XryO13kTtJ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter