FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Laporan Keuangan Pemkab Subang Kembali Raih Predikat WTP

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Laporan Keuangan Pemkab Subang pada 2019 meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Predikat WTP yang diraih Pemkab Subang utuk kedua kalinya. Sebelumnya, Subang sempat mendapat opini disclaimer dua kali, kemudian wajar dengan penegcualiaan.

BERITA LAINNYA:

Kelima Kalinya, Karawang Raih Predikat WTP

Dua Kali, Pemkab Subang Terima Opini WTP dari Kemenkeu

6 Kali Berturut Opini WTP, Bupati: Kado Istimewa Ultah Majalengka


Sekedar informasi, Opini BPK ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.

Dikutip dari wikipedia, terdapat empat jenis opini yang dapat diberikan oleh pemeriksa, yakni

BACA JUGA: Keuangan Subang Raih Predikat WTP Dengan Sejumah Catatan

Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)
Opini Wajar tanpa pengecualian (biasa disingkat WTP) adalah opini audit yang akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan/pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Opini Wajar dengan pengecualian
Opini Wajar dengan pengecualian (biasa disingkat WDP) adalah opini audit yang diterbitkan jika sebagian besar informasi dalam laporan keuangan bebas dari salah saji material, kecuali untuk rekening atau item tertentu yang menjadi pengecualian.

Tidak wajar (adversed opinion)
Opini tidak wajar adalah opini audit yang diterbitkan jika laporan keuangan mengandung salah saji material, atau dengan kata lain laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jika laporan keuangan mendapatkan opini jenis ini, berarti auditor meyakini laporan keuangan perusahaan/pemerintah diragukan kebenarannya, sehingga bisa menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.

Tidak menyatakan pendapat (disclaimer of opinion)
Opini tidak menyatakan pendapat (TMP) oleh sebagian akuntan dianggap bukanlah sebuah opini, dengan asumsi jika auditor menolak memberikan pendapat artinya tidak ada opini yang diberikan. Opini jenis ini diberikan jika auditor itidak bisa meyakini apakah laporan keuangan wajar atau tidak.

Opini ini bisa diterbitkan jika auditor menganggap ada ruang lingkup audit yang dibatasi oleh perusahaan/pemerintah yang diaudit, misalnya karena auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa menyimpulkan dan menyatakan laporan sudah disajikan dengan wajar.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Update Covid-19 di Indramayu 28 Oktober: 7 Sembuh dan 12 Positif https://t.co/sjwOVY1Ibm
28 Oktober, Kasus Covid-19 di Subang Bertambah 11 Orang https://t.co/mBUuQnyxSm
Terkonfirmasi Covid-19, Seorang Nakes di Indramayu Meninggal Dunia https://t.co/CvVyhARoFz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter