FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Legislator PPP Jabar Usulkan Empat Pilar Kebangsaan jadi Pelajaran Sekolah

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Anggota DPR Jabar Pepep Saepul Hidayat mengusulkan EMpat Pilar Kebangsaan masuk dalam pelajaran di bangku sekolah

Hal itu terungkap saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Persatuan H Pepep Saeful Hidayat saat reses yang diisi dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kantor DPC PPP Majalengka, Senin (30/11/2020).

Pepep menegaskan untuk kembali membumikan empat pilar kebangsaan tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tetapi perlu langkah nyata dengan memasukkan pelajaran dalam kurikulum pendidikan, seperti pelajaran Pancasila, budi pekerti, dan P4 yang sudah lama tidak ada. "Mungkin formatnya yang harus disesuaikan dengan keadaan masa kini," kata Pepep

Menurut dia, empat pilar kebangsaan merupakan tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera sehingga terhindar dari berbagai ancaman yang dapat memecah belah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Empat pilar yang terdiri Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 itu dasar yang menentukan kokohnya kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan itu harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan seluruh masyarakat Indonesia," ujar anggota DPRD Dapil VIII meliputi Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Subang.

Jika empat pilar itu dilaksanakan dalam kehidupan ketatanegaraan , jelasnya, akan terwujud negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

"Pancasila itu sebagai dasar dan ideologi Negara. UUD 1945 sebagai konstitusi dan NKRI itu bentuk negara serta Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan Negara," terang Pepep

Pepep menambahkan, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sudah final. Dalam Pancasila bersendikan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional mengatur kekuasaan dengan prinsip demokrasi, HAM, kebersamaan dan gotong-royong.

"NKRI adalah konsep yang dipilih sebagai bentuk negara kesatuan (bukan federasi) yang telah disepakati oleh seluruh warga negara, Bhinneka Tunggal Ika merupakan realitas keberagaman yang harus dibaca sebagai potensi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya

Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka Ali Imron menyambut baik program sosialisasi empat pilar yang dinilai sangat bermanfaat di tengah kondisi masyarakat saat ini dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

"Di dalam empat pilar itu banyak sekali  pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik di antaranya budaya gotong royong. Ini yang harus kita tanamkan di semua elemen masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini," katanya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bikin Nasi Gurih Komplit untuk Sahur, Hanya Gunakan Rice Cooker https://t.co/DIS5NUlxVo
Wow!, Smartphone Lenovo Legion Duel 2 Hadir dengan Dua Kipas Pendingin https://t.co/hOm5zSamuL
65 Orang Warga Kampung Narkoba Berhasil Ditangkap, Punya Kode Jika Polisi Datang https://t.co/Qu1mhiwBHz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter