FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sehari, Pemohon Akta Kelahiran Capai 250

TINJAU SUBANG- Setelah Putusan MK No 18/PUU-XI/2013 ini menjadikan dasar dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai permohonan akta kelahiran. Saat ini jumlah pemohon akta kelahiran di Subang mencapai 100-250 pemohon perhari.

Setelah masa dispensasi berakhir tahun lalu permohonan akta kelahiran turun drastis karean berlaku kembali UU No. 32/2006 tentang administrasi kependudukan. Harus ada penetapan dari pengadilan. "Tapi setelah ada keputusan MK itu, jumlah pemohon akta kelahir semakin membludak. Bahkan bulan Mei sampai September lalu mencapai 1.000 sampai 1.500 pemohon," kata Kepala Disdukcapil Subang, Dadang Kurnia Nurdin kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (1/11/2013).

Saat ini menurut Dadang, jumlah pemohon akta kelahiran sudah normal kembali. Perharinya mencapai 100 sampai 250 pemohon."Sekarang sudah normal kembali karena prosesnya sangat mudah," tambahnya.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat akta kelahiran diantaranya surat pengantar dari desa/kelurahan, surat nikah, surat keterangan lahir, kartu keluarga dan photo copy KTP."Untuk administrasinya itu Rp25 ribu untuk yang dibawah 1 tahun dan Rp35 ribu untuk yang diatas satu tahun, tuturnya.

Dadang menambahkan bahwa sejauh ini pemohon akta kelahiran 40%nya diatas satu tahun. Padahal akta kelahiran merupakan dokumen dasar sebagai warga negara. "Iya seharusnya sejak lahir dan sudah diberi nama orang tua harus membuatkan anaknya akta, jangan menunggu nanti," katanya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Contoh Pertanyaan Interview Saat Melamar Kerja dan Tips Menjawabnya https://t.co/gZrvtmHzeZ
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Majalengka 27 November, Cek Lokasinya di Sini https://t.co/e8tCEjiQoy
Melonjak Lagi, Kasus Covid-19 di Majalengka Tambah 23 Orang https://t.co/1TtO0FpIYR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter