TINJAU SUBANG- Jika banyak orang menunaikan zakat itu setahun sekali, namun tidak berlaku bagi politisi Golkar Imas Aryumningsih. Ia hampir setiap bulan menemui anak yatim-piatu dan menyerahkan santunan.
Banyak pelajaran yang diambil Imas ketika bertemu dan bercengkerama dengan para anak yatim itu. Salah satunya adalah tentang pentingnya bersilaturahim, dan mengeliminasi kesombongan.
"Saya lebih suka langsung diberikan ke mustahiq-nya, tapi melalui bazda pun tetap dilakukan setahun sekali. Nah ketemu dengan anak yatim ini ada pelajaran spiritual yang saya dapatkan," papar Imas Aryumningsih kepada TINTAHIJAU.COM.
Selain manfaat spiritual, kata Imas, jika gerakan zakat dilakukan oleh sebagian besar para dermawan atau pejabat dilakukan setiap bulan sekali, maka akan berdampak langsung pada nilai sosial.
"Semoga saja ini menjadi inspirasi yang lain. Karena kalau rutin dan dilakukan oleh banyak orang, ini bisa dirasakan oleh masyarakat. Di situlah fungsi zakat hadir, meningkatkan kesejahteraan umat," imbuhnya.






