Ketua DPD PKS Subang Agus Masykur Rosyadi menegaskan, sebagai partai yang lahir di era reformasi, sikap PKS tersebut bentuk dari keberpihakan partai kepada rakyat yang sebagian besar menolak kenaikan harga BBM.
"Menurut survey 90% rakyat Indonesia tidak menginginkan BBM naik. Sebagai partai yang aspiratif terhadap keinginan masyarakat untuk kesejahteraan rakyat, sangat setuju jika kenaikan BBM ditolak karena akan menyengsarakan rakyat," kata Agus kepada TINITAHIJAU.com, Senin (2/4/2012).
Atas aksi "membelot", merebak wacana 3 menteri asal PKS bakal ditendang. PKS Subang menilai, jika karena menolak kenaikan harga BBM harus berimbas pada direshufle-nya kader PKS, bagian dari konsekwensi realitas politik yang sudah diperhitungkan oleh DPP PKS.
"Saya pikir ini adalah sebuah konsekuensi. Dan DPP sudah memperhitungkan apa yang akan terjadi akibat dari penolakan BBM. Bagi kami dikeluarkan dari setgab (koalisi) bukan kiamat. It's no problem bukan akhir dari sebuah perjuangan," paparnya.







Comments
RSS feed for comments to this post