TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Rabu, 23 Juli 2014
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Ini Tanda Cinta Srikandi Subang Bagi yang Berpuasa Ini Tanda Cinta Srikandi Subang Bagi yang Berpuasa TINJAU SUBANG- Sekitar lima orang Srikandi, organisasi sayap...
Gila! Pelajar SMP Subang Terlibat Aksi Curamor Gila! Pelajar SMP Subang Terlibat Aksi Curamor TINJAU PATOBEUSI- Dunia pendidikan di Subang benar-benar sed...
HIPMI Subang Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim HIPMI Subang Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim TINJAU SUBANG- Di minggu terakhir bulan Ramadan, Himpunan Pe...
Darma Wanita Subang Gelar Bazar Murah Darma Wanita Subang Gelar Bazar Murah TINJAU SUBANG- Ibu-ibu Darma Wanita menggelar bazar murah di...
deeHouse Gelar Buka Bersama Anak Yatim deeHouse Gelar Buka Bersama Anak Yatim TINJAU SUBANG- Kedai deeHouse menggelar buka puasa bersama p...
Volume Kendaraan Meningkat, Cikampek Macet Volume Kendaraan Meningkat, Cikampek Macet TINJAU CIKAMPEK- Memasuki sore hari, volume kendaraan mengal...

Aktivis Subang Rame-rame Nyalon Legislatif

TINJAU SUBANG- Perhelatan 5 tahunan Pemilihan Legislatif (Pileg) sepertinya menjadi moment menggiurkan untuk semua kalangan. Termasuk di dalamnya para aktivis Subang.

Pada Pileg mendatang sejumlah aktivis mahasiswa terdaftar sebagai Caleg di sejulah partai politik peserta Pileg 2014. Di PAN misalnya, setidaknya ada dua nama aktivis yang sebelumnya gemar berunjuk rasa.

Kedua nama itu adalah Sekjen GPI Fauzan Faruqi Fasya untuk dapil 1, dan aktivis LSM GMBI, Darta yang dipasang di dapil 5 daerah Pamanukan. "Ya mereka akan maju pada Pileg. Sebenarnya ada 4 nama aktivis yang gabung dengan kita," kata Ketua DPD PAN Subang Asep R Dimyati

Di Golkar, nama Handra Munandar maju sebagai Caleg untuk dapil Subang 1. Handra adalah aktivis Subang di era 2008-2009-an. Dari partai yang sama, ada nama Baedhowi petinggi Nuzaba institut, Subang. Ia dipasang di dapil 5 Pamanukan.

Tidak ketinggalan di PDIP. Mantan Presiden BEM Universitas Subang Niko Rinaldo maju pada Pileg mendatang untuk dapil 5 yang mencakup daerah Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Legonkulon dan Sukasari.

Seperti para seniornya, mereka memaparkan sejumlah alasan keterpanggilannya untuk maju pada Pileg mendatang. Niko Rinaldo misalnya, ia mengatakan hak dipilih dan memilih adalah haka yang melekat setiap warga yang dijamin dalam Undang-undang.

"Komitmen bahwa hak mencalonkan menjadi pemimpin (legislatif), itu bukan hanya milik mereka yang punya duit, bukan yg ditokohkan, tapi berangkat dari kapasitas orang siapapun latar belakangnya dengan dukungan publik untuk mengemban amanah publik," papar Niko kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (17/4/2013).

Bagaimana peluang mereka pada Pileg mendatang? Publik dan elektablitas mereka yang menjawab. Apakah mereka istiqamah dengan idealis yang mereka perjuangkan dan tidak terjebak dengan fatsoen politik? Biarkan waktu yang menjawab. [annas nashrullah]