FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Komitmen Budi Setiadi Jika Jadi Bupati Subang

Satu dari belasan nama yang disebut-sebut bakal maju di Pilkada Subang, adalah Budi Setiadi. Pria yang saat ini bekerja di Pemprov Jabar itu siap bersaing di Pilkada 2018 mendatang

Keseriusan Budi Setiadi maju di Pilkada Subang dibuktikan dengan mengikuti proses penjaringan di PDIP. Alat sosialisasipun sudah tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Subang. Sejumlah elemen menilai, dengan pengalamannya saat menjabat Camat di Compreng, Kalijati dan Pamanukan bisa menjadi modal besar untuk membenahi birokrasi dan membawa Subang lebih baik.

BERITA TERKAIT
Mantan Ketua APDESI: Budi Setiadi Sangat Pantas Pimpin Subang
Koalisi Budi Setiadi-Agus Masykur Dianggap Pasangan Ideal Pimpin Subang
Tokoh Agama Dukung dan Doakan Budi Setiadi jadi Pemimpin Subang


Apalagi, Budi sempat menduduki posisi Kepala Bagian Pemerintahan Setda Subang, sebelum akhirnya ditarik ke Pemrpov Jabar. Belum lagi, pengabdiannya sebagai PNS, membawa Budi Setiadi meraih tiga buah penghargaan, yaitu penghargaan pengabdian selama 10 dari Bupati Subang pada tahun 1997, dan pengargaan satya lencana 20 tahun dari presiden Indonesia pada tahun 2014.

Berbeda dengan bakal calon Bupati lainnya, Budi enggan sesumbar dan melempar janji jika dirinya menjadi Bupati. hanya saja, dia akan berkomitmen untuk melakukan pemebnahan birokrasi yang menjadi modal besar dalam membawa Kabupaten Subang disegani daerah lain.

"Menempatkan pejabat sesuai keahliannya bukan lagi untuk ditawar. Ini harus dilakukan. Karena mana mungkin dia bisa bekerja dan berkarya, kalau tidak memiliki kemampuan di bidangnya," kata Budi Setiadi.

Budi menerangkan, dalam konsep pemerintahan, hal yang tidak boleh dilupakan adalah keikutsertaan warga dalam merencanakan program pembangunan. Ia beralasan, di era keterbukaan ini, warga tidak saja sebagai penonton atau hanya objek dari kebijakan pembangunan tapi harus ikut terlibat dalam rencana pembangunan.

"Artinya begini, kami bekerja ini untuk warga. Kalau kita tidak melibatkan mereka, mendengar dan menjawab kebutuhan warga, lalu apa yang mau kita kerjakan. Musrenbang itu jangan hanya seremonial tahunan, harus jelas dan direalisasikan. Standaranya, apa yang diinginkan warga kemarin, bisa dicek hari ini. Sudah ada apa belum. Ini yang dimaksudkan pembangunan berbasis partisifasi warga," katanya

Selain itu, Budi menegaskan, di era pemerintahannya, jika terpilih, akan memangkas sistem feodal. Penerapan feodal di pemerintahan hanya akan memberi jarak antara pemimpin yang dipimpinnya. Dia emncontohkan, seorang pemimpin tidak harus dilakukan pengawalan berlebihan saat datang ke daerah. Sebaliknya, pemimpin harus berani datang ke warganya tanpa pengawalan atau sambutan berlebihan.

"Jadi intinya begini, satu daerah akan maju jika pejabatnya bekerja sesuai kemampuannya, membangun dengan melibatkan warga, menjadikan rakyat adalah kekuatan, sehingga pemimpin tidak boleh ada jarak dengan warga, dan amanat UU potensi yang ada harus dinikmati oleh rakyat itu harus benar-benar dilakukan, rakyat harus mendapat manfaatnya. karena potensi itu tidak hanya data, tapi dirasakan," tandasnya




_______
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Milangkala ke-14, Viking Ganas Usung Seni Tradisional. Bupati Subang pun terharu dengan kontribusi Viking dalam me… https://t.co/OHZ24EUFap
Open Mic, Menertawakan Majalengka Bersama Wakil Bupati https://t.co/tiioexdY0s
Siaga Bencana, Polres Majalengka Dirikan Posko Tanggap Darurat https://t.co/jLs4gDoOZR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page