FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Visi-Misi Paslon Bupati Subang Belum Sentuh Isue Populis

Hari pertama kampanye diisi dengan pemaparan visi-misi ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Subang yang digelar pada rapat pariurna istimewa DPRD, Kamis (15/2/2018).

BERITA TERKAIT
Catat! Inilah Visi Misi Tiga Pasangan Calon Bupati Subang

Ketiga Pasangan Calon;Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi, Sutarno (tanpa Imas Aryumningsih) dan Dedi Junaedi-Budi Setiadi sesuai nomorurut Paslon menyampaikan visi misi mereka di depan anggota DPRD Subang.

Sayangnya, dari ketiga Pasangan Calon itu belum menyentuh isue populis yang berkembang di masyarakat, seperti hukum terkait dengan korupsi, perlindungan anak dan buruh. Dari ketiga Paslon itu, hanya Pasangan Ruhimat-Agus yang menyinggung itikad pencegahan dan pemberantasan KKN di lingkungan Pemkab.

Dari catatan visi-misi Ruhimat-Agus, untuk bagian misi keduanya menempatkan di nomor pertama terkait KKN; mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, terbuka serta pelayanan masyarakat. DI luar Pasangan nomor 1, belum menyinggung.

"Saya kira, masalah KKN ini menjadi isue yang setiap saat terjadi. Apalagi saat ini calon pataha kena OTT. Sayangnya, baru Ruhimat-Agus yang secara tegas memasukkan masalah pencegahan KKN pada misinya," kata Pegiat Lingkar Studi Islam dan Demokrasi (El-SID) Subang Irvan Mulyawan.

Selain masalah KKN, masalah yang harus jadi perhatian calon pemimpin Subang adalah perlindungan terhadap anak. Padahal kata Irvan, masalah kekerasan anak menjadi hal yang prinsip dalam meregenerasi pelanjut dan masalah moral penerus. "Mungkin mereka lupa, masalah kekerasan anak yang dialami oleh Adek kita di daerah selatan yang disiksa ibu tirinya. Ini hanya satu kasus saja, banyak kasus kenakalan anak, yang seharusnya diberi ruang sebagaiu PR pemimpin Subang ke depan," jelasnya

Masalah lain adalah soal buruh. Irvan menegaskan, isue perlindungan hak terhadap buruh menjadi PR Bupati ke depan. Bukan saja terkait masalah desakan Perda Perlindungan Buruh yang menjadi tuntutan ribuan buruh, tapi akan berdampak pada saat Pelabuan Internasional Patimban hadir. "Mungkin karena mereka dianggapnya kaum marginal jadi tidak perlu dimasukkan dalam visi-misi mereka. Padahal, secara kuantitas mereka cukup banyak, belum lagi ini bisa menjadi bom waktu, sejalan dengan kondisi ekonomi," tandasnya

"Padahal, jika saja mereka mau, pemaparan visi-misi ini menjadi panggung politik mereka menggaet simpati publik. Sayangnya tiga isue itu belum dimasukkan secara jelas, tegas dan kuat. Kesempatan ini tidak mereka manfaatkan baik-baik," tandas Irvan
 

 Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

KPK Selenggarakan Kelas Mendongeng Sebagai Kampanye Anti Korupsi https://t.co/xldZ87tW5C
Kemarau Panjang, Petani Bantarwaru Majalengka Tanam Palawija https://t.co/Mq3SOvWfgU
Ada 7 Ciri-ciri Anak Autisme. Jika dari ketujuh ciri ini dijawab minimal dua dengan jawaban tidak, maka itu sudah… https://t.co/intyqQMojh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page