FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Subang Jawara

     

     



Kepemimpinan dapat pula membentuk komitmen kemulyaan tujuan politik dengari suatu komonitas atau suatu partai oleh pemimpinnya. Kepemimpinan yang kuat pada masa demokrasi yang menuntut transparansi dapat membentuk keseimbangan popularitas dan elektibilitas dengan akuntabilitas seorang pemimpin misalnya sehingga bila seorang pemimpin melakukan keputusan secara individu/pribadi dapat diikuti oleh kelompoknya.

Suksesi Kecenderungan muncul dan meningkatnya keanekaragaman sikap dari lingkungan konsituen selama proses kepemimpinan yang baru adalah merupakan pola yang umum.  Dalam suksesi perubahan keadaan berbagai sikap partai-partai politik terutama komunitas dalam internal politik biasanya sangat mencolok, kemudian peningkatan sikap dan tanggapan masyarakat akan lebih mencolok lagi pada tahap-tahap akhir suksesi.

Tuntutan lingkungan masyarakat Kabupaten Subang yang agresif pada saat ini merupakan perkembangan struktur pendemokrasian yang digulirkan sejak reformasi tahun 1997 perlu mendapat perhatian penuh dari partai-partai bila tidak ingin ditinggalkan oleh konsituennya,terutama partai-partai yang mempunyai perwakilan mayoritas pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam hal ini Kabupaten Subang, dan partai dituntutan integritas dan akuntabilitas pimpinan merupakan harapan besar Masyarakat Subang.

Perubahan yang terjadi selama proses suksesi biasanya sebagai berikut :

PERTAMA :   Perkembangan sikap-sikap dasar politik yang progresif;

KEDUA  : Peningkatan sikap politik semakin komplek pada struktur komunitas politik (organisasi politik, ormas dan lembaga swadaya masyarakat /LSM);

KETIGA :   Bermunculannya para kandidat pengganti dari berbagai status sosial.

KEEMPAT : Meningkatnya pertimbangan para penentu kebijakan berdasarkan masukan-masukan seperti anggota partai dan Lembaga masyarakat;

KELIMA : Perubahan sikap mikro pada tingkatan pengurus partai-partai sebagai perahu pembawa kandidat/balon;

KEENAM : Berkembangnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan yang komplek dari lembaga-lembaga yang berkompeten.

Kecenderungan kritis yang terjadi sepanjang proses suksesi adalah dalam bentuk jala penjaringan kandidat dari berbagai komunitas. Pada penentuan inilah keadaan politik akan menjadi dinamis/tidak stabil atau menjadi goyah sehingga para penentu kebijakan dituntut harus lebih sabar dan cerdas dalam menentukan sikapnya.

Dari penomena diatas suksesi di suatu wilayah kekuasaan bila semakin tinggi diversitas yang dimiliki oleh suatu wilayah maka hasilnya akan semakin stabil, hal ini tentu apabila para penentu kebijakan mengakomodir semua kepentingan dengan keputusan yang demokratis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi PEMILIHAN suksesi

Ketepatan dan keberhasilan proses suksesi dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain : PERTAMA banyaknya kandidat yang diusulkan dari berbagai komunitas (partai-partai politik, ormas dan lembaga masyarakat).  KEDUA apabila ada titipan pemimpin yang ingin mempertahankan kedudukannya secara tidak formal dengan memdudukan pemimpin pengganti sebagai boneka.  KETIGA keadaan politik yang tidak kondusif.  KEEMPAT apabila muncul suatu perubahan seperti saat ini adanya berbeda pandangan terhadap Undang-undang no : 32 tahun 2004 ada interpretasi dari sebagian kalangan ingin dipimpin oleh penduduk asli. KELIMA apabila ada suksesi garapan dari partai yang bertentangan dengan keinginan lingkungan seperti incumben.


KEPEMIMPINAN YANG MASLAHAT DAN AMANAH

Tentu semua kalangan di Kabupaten Subang menginginkan hasil pemilihan pemimpin yang maslahat akuntabel dan integritas tinggi untuk terciptanya Subang yang madani, mandiri, reformis, demokratis dengan menjungjung supermasi hukum didukung oleh kultur agamis dan agraris serta agrowisata agrobahari dalam rangka mewujudkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dalam frame/bingkai
keamanan yang kondusif. Dan bukan sebaliknya menghasilkan suksesi yang mudorot.

Untuk menghasilkan pemimpin Subang yang maslahat tersebut di atas tidak mudah, mengingat dinamika politik tidak selalu searah dengan lingkungannya, maka dengan keinginan yang tinggi dan hati yang tenang serta menghindari langkah yang keliru, sebaiknya semua kalangan mengawal perkembangan proses suksesi ini, karena hasilnya pun bukan untuk seseorang dan golongan tertentu melainkan untuk semua masyarakat Subang dan akan dirasakan selama 5(lima) tahun kedepan oleh masyarakat Subang sendiri. Pemimpin maslahat adalah kepemimpinan yang dapat memberikan hasil guna/mendatangkan kebaikan dalam arti luas antara lain kecerdasan berbudi luhur, berdaya saing global dan kesejahteraan serta meningkatkan kenyamanan/kondusip serta ketaqwaan masyarakatnya.

Sementara penilaian keberhasilan kepala daerah saat ini hanya diukur dari peningkatan penghasilan asli daerah (PAD) dengan perlindungan berbagai peraturan daerah, maka tak urung timbul issue kesenjangan sosial  antara naiknya pendapatan asli daerah (PAD) dengan meningkatnya kerepotan masyarakat, atas berbagai pungutan dan retribusi serta kerusakan lingkungan sarana sosial, yang pada akhirnya menimbulkan ekonomi biaya tinggi (lebih banyak kerusakan dari pada pendapatan).

Disinilah usaha agar tidak terjadi kesenjangan tersebut, sesuai kondisi kebathinan yang benar dari UU no. 32 tahun 2004 Pemerintah memberikan keleluasaan kepada masyarakat otonom untuk membangun daerahnya berdasarkan kepada prakarsa sendiri termasuk pemilihan Bupati, yang perlu dikawal oleh semua elemen masyarakat supaya hasilnya sesuai keinginan masyarakat Subang.

HARAPAN MASYARAKAT SUBANG ERA PENDEMOKRASIAN

Menukil Surat Al-Radu- 11. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada pada suatu kaum,  hingga mereka itu sendiri merubah apa yang ada padanya.

Apabila masyarakat Subang menginginkan suatu perubahan keadaan sesuai kehendaknya maka saat ini momentum tepat untuk dikawal agar mencapai tujuan. Suatu hal yang perlu mendapat perhatian semua elemen masyarakat adalah apakah tujuan sendiri sudah disepakati bersama?

Sebagai gambaran keinginan juga harus berdasarkan kriteria, sedangkan kriteria sendiri harus sesuai dengan typologi lingkungan, baik sosial, ekonomi, budaya dan politik masyarakat Subang.

Indikator keinginan dasar masyarakat Subang antara lain mempunyai pemimpin yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar 1.492.144 jiwa dengan pertumbuhan 0,99%, menyediakan lapangan kerja untuk lebih  685.957 jiwa dengan pengangguran 62.456 jiwa didukung kultur agraris, menata SDA seluas 205.176,95 Ha yang terdiri dari pegunungan dataran tinggi, dan dataran rendah serta 21 Sungai serta potensi lautan dengan kandungan di dalamnya.

Indikator lainnya adalah Kepala daerah dapat menggali potensi letak geografis yakni kedekatan dengan ibukota negara dan ibukota propinsi serta jalur antara ibukota dengan Jawa-Bali, didukung oleh populis Mataram-sunda, dua kultur ini masih terlihat dari perbedaan kultur utara yang dinamis dan selatan yang statis, sehingga perlu pendekatan sistem kerjasama pembangunan yang seimbang dan ramah lingkungan, hal ini sangat diperlukan agar dapat mendorong laju pembangunan Subang utara sebagai industri hilir dan export – Subang selatan sebagai industri hulu.

Pengelolaan potensi sumber daya alam Subang yang membentang dari puncak gunung tangkuban parahu dan gunung burangrang sampai pantai balanakn yang agraris, didukung kekayaan sumber air sungai dan potensi kelautan merupakan potensi agribusiness memerlukan penataan keairan dan hayati serta botani melalui sub sistem Agribisnis dan subsistem agrowisata serta subsistem agrobahari bersinergi dengan kota pantai mandiri, yang berbasis komunitas.

Indikator keinginan pencerdasan masyarakat, penataan, pengembangan dan penggalian potensi lainnya dari masyarakat Subang antara lain pengembangan energi dan penataan pertambangan kemudian optimaslisasi perkebunan dan industri serta menggali potensi sumber daya manusia didukung oleh dunia usaha dan investasi yang konmdusif, dalam rangka globalisasi, dan liberalisasi perdagangan di milenium baru, dengan keleluasaan otonomi daerah dalam meningkatkan daya saing.

Keinginan di atas perlu didukung oleh aplikasi program pada berbagai sektor seperti, sektor pendidikan, moral, teknologi, manajemen pemerintah daerah, tenaga kerja, pengembangan industri, perdagangan, transportasi, pasar global dan telekomunikasi serta linkage.

Sedangkan fenomena Kepala daerah yang dibutuhkan sesuai era sekarang antara lain harus memiliki nurani dan berorientasi kedepan, memiliki jaringan kerja yang luas, dapat menggerakan organisasi Pemda untuk pemberdayaan dan pembelajaran serta pencerdasan masyarakat, bersikap transparan dan menciptakan penyelengaraan good governance dan good government serta sustainable development (pembangunan berkelanjutan). Kemudian berani bersikap transparan dan berani mengakui masyarakat adalah sebagai pemilik pemerintah (people own government).

Kriteria pemimpin otonom daerah Subang setidaknya harus memenuhi indikasi di atas untuk memnuhi keinginan masyarakat, mungkin yang dimaskud oleh sebagian kalangan elite Subang memerlukan pemimpin yang mempunyai track record, Integritas, kapabilitas dan akuntabilitas tinggi.

Mudah-mudahan Subang mempunyai pemimpin yang mencari kemasalahatan, barokah dalam rido Allah SWT, melalui tangan-tangan sorgawi masyarakat Kabupaten Subang.

Yang dikhawatirkan tidak terpenuhinya kriteria diatas, siapapun orangnya mudah-mudahan tidak mendatangkan mudorot, maka pergeseran sosial bisa terus menurun, bantuan beras miskin mungkin terus meningkat, investor meng-urungkan niatnya, aset daerah menjadi ajang penjadawalan peruntukan asset orang kota, kesenjangan perbatasan terus meningkat, kemudian akhirnya pembangunan masyarakat menjadi statis (jalan ditempat)


Imam Budiman, BE.SP. MSi, Kandidat Balon Bupati Subang, lahir dan tinggal di Subang.