TELUSUR: Gairah Bisnis Esek-esek di Subang

 

Saat matahari mulai beranjak, akan disuguhkan pemandangan yang membuat kaum laki-laki menelan ludah. Penampilan seksi dengan pakaian hampir terbuka, terlihat di sepanjang jalur pantura.

Di kawasan pingiran jalur pantura, ratusan rumah penduduk disulap menjadi tempat “karaoke”. Bahkan warung remang-remang sisi jalan. Dengan cahaya  lampu yang terang, suasana hingar bingar musik dangdut melenakan para pengendara yang melewati jalur ini. Di halaman yang menghadap langsung ke jalan, para wanita dengan dandanan seronok dan bergincu tebal, asyik melambaikan tangan dengan gerak tubuhnya yang liar. “Mari mampir mas, tempat ini asyik loh” celoteh salah satu dari mereka dengan rayuan maut nya.

Dari keterangan yang didapat dari seorang PSK NK (23) tarif wanita penghibur variatif. Perbedaan tarif itu disesuaikan dengan tampilan fisik dan usia. Semakin muda usia tarifnya pun semakin mahal. Usian di bawah 20 tahun dengan kondisi mesin yang terawat tarifnya minimal sekitar Rp500 ribu. Sedangkan untuk ABG berkualitas eksklusif,hingga tarif minimalnya Rp1 juta.

Secara keseluruhan usia mereka rata-rata antara 15 hingga 40 tahun. Untuk tarif ekonomi minimal sekitar Rp50 ribu hingga ada yang bertarif premium sekitar Rp1 juta. Namun rata-rataRp200-500 ribu. "Minimal tiap malam seorang PSK setidaknya melayani dua sampai tiga orang tamu. Malah ada yang jadi primadona, melayani lebih dari 10 tamu dalam semalam," kata NK, wanita asal Indramyu itu.

Kebanyakan, alasan mereka terjun ke dunia malam itu, karena sulitnya mencari pekerjaan. Apalagi, secara pendidikan mereka terbilang rendah. Di lain pihak kebutuhan ekonomi keluarga. "Awalnya berstatus janda tapi banyak juga yang belum nikah tapi korban pergaulan bebas akhirnya terjun kedunia malam in," ungkapnya.

Pelanggannya tidak saja orang biasa. Bahkan menurut pengakuan NK, yang datang ke lokalisasi rumahan dari mulai guru, polisi sampai PNS. Soal "keamanan", NK menyatakan lokalisasi tempat dirinya bekerja itu aman dari razia. "Aman tidak tersentuh. Banyak juga sih aparat pemerintah yang sering datang kesini, mulai dari guru, polisi dan PNS lainnya juga karena tidak tahu pasti kerjanya di instansi mana. Ini terbuka siapapun tahu dan terbuka untuk siapa saja," pungkasnya. [Ahya Nurdin/TVBERITA.com]

 


Berita Selengkapnya Klik di Sini


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Ngaku Polisi, Warga Indramayu Perdayai Janda Muda di Majalengka https://t.co/nJGHayCTAR
Pemkab Majalengka Rogoh Rp3 Miliar untuk Pilkades di 142 Desa https://t.co/69W1IZbIpE
Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page