FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Datangi Gedung MK, Partai Nasdem Ajukan 33 Gugatan dan Demokrat 70 Gugatan

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Partai NasDem dan Demokrat resmi melayangkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Partai NasDem mengajukan 33 gugatan sementara Demokrat 70 gugatan.

Ketua Badan Advokasi Hukum (Bahu) Partai NasDem Taufik Basari mengatakan, sengketa pemilu yang dimohonkan ada di 33 dapil yang meliputi tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang ada di 16 provinsi. Menurut Taufik, sebanyak 46 pengacara sudah disiapkan untuk menangani pengajuan gugatan ini. Pengajuan telah dilakukan pada Kamis malam (23/5/2019).

"Kita membawa 16 box kontainer yang isinya bukti-bukti yang terdiri dari dokumen-dokumen pemilihan mulai dari C1, DAA1, DA1, DB1, DC1 sampai dengan bukti berupa objek perkara keputusan KPU mengenai penetapan hasil pemilu secara nasional," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya Jumat (24/5/2019).

Taufik tidak merinci dapil mana saja yang diajukan dalam permohonan gugatan. "Kami cukup yakin dengan perkara yang kami ajukan ke MK ini," ujar mantan pengacara KPK itu.

Sementara itu Partai Demokrat mengajukan sekitar 70 gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Perkara itu berasal dari 23 provinsi terkait sengketa penghitungan suara caleg DPR RI serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota pada Pemilu 2019.

"Partai Demokrat itu mengajukan gugatan dari 23 provinsi terkait sengketa suara di DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Ini total ada sekitar 70-an perkara yang kita ajukan ya. Baik perkara DPR RI, provinsi, maupun kabupaten/kota. Ada 70-an perkara yang kita ajukan," ujar kepala Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (24/5/2019).

Dikatakan Ferdinand, sengketa suara yang dimaksud adalah sengketa suara caleg di internal partai dan sengketa suara dengan partai lain. Menurutnya, Partai Demokrat hanya mengajukan sengketa penghitungan suara.

"Semuanya sama, tetapi intinya gugatan yang kita ajukan ini terkait sengketa penghitungan suara, tidak ada sengketa lain yang kami ajukan. Ini dari 23 provinsi yang kita masukkan adalah terkait dengan sengketa perolehan suara kader kita, baik internal ataupun dengan partai lain," kata dia.

Dia mengatakan sengketa penghitungan suara itu meliputi dugaan kesalahan penghitungan suara dan penggelembungan suara. Selain itu, dia menggugat dugaan kesalahan penghitungan suara KPU.

"Kita tidak melaporkan sengketa kecurangan, yang kita laporkan ini terkait dengan sengketa perolehan suara yang ada kesalahan perhitungan, ada yang partai lain, contohnya penggelembungan suara, atau mungkin itu juga kesalahan dari KPU, nanti biar MK yang akan mengadilinya," lanjutnya.

Berdasarkan data rekapitulasi, pada Pemilu 17 April lalu, Partai NasDem memperoleh 12.661.792 suara atau sekitar 9,05%. Sementara Demokrat mendapat 10.876 suara atau 7,77% suara.

MK sebelumnya mengumumkan bahwa penanganan perkara Pemilu di MK terdiri dari 11 tahap. Untuk pilpres, pengajuan permohonan dimulai pada 23 hingga 25 Mei 2019. Sementara untuk sengketa Pileg pada 8 Mei hingga 25 Juni.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel