FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Subang Jawara


Proses penentuan partai mana yang akan dipilih Kiyai Maman, berjalan cukup dramatis. Beberapa hari sebelum penyerahan daftar caleg sementara (DCS), Kiyai Maman dihadapkan pada beberapa pilihan. Tidak saja, soal kendaraan politiknya, Pimpinan Ponpes Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka ini semepat berkeinginan untuk maju pada Pilkada Majalengka dan Cirebon.

Di saat yang sama, Kiyai Maman harus dihadapkan pilihan maha berat antara Partai Nasdem dan PKB sebagai kendaraan politiknya untuk maju pada Pileg mendatang. Proses penentuan pilihan itu bukan perkara yang mudah, apalagi Nasdem sempat menawarkan dirinya di nomor urut 1 untuk dapil Jabar IX.

"Saya ditawari Nasdem nomor urut 1 untuk dapil IX, lewat pak Enggar yang begitu akrab. Tapi akhirnya di detik-detik terakhir, hari minggu, saya  memilih PKB," kata Kiyai Maman kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (26/4/2013).

Kyai Maman menyatakan, dirinya  menghormati dan menghargai komunikasi dengan Nasdem. Hanya saja, komunitas Pesantren dan NU, yang menjadi "Candradimuka" Kiyai Maman memintanya untuk membesarkan PKB.

"Untuk sebuah pilihan yang rasional dan kesetiaan pada nilai yang diajarkan para kyai, yaitu ketaatan pada sesepuh, akhirnya saya mengambil keputusan ke PKB," jelasnya.

Tidak sampai disitu, Dewan Syura DPP PKB sempat diisukan akan maju di Pileg dari PDIP. Isue itu sangat beralasan. Mengingat, kedekatan dirinya dengan para petinggi PDIP dan keterlibatannya dirinya mendukungan pasangan calon PDIP pada Pemilihan Gubernur Jabar lalu. [annas nashrullah | @jejakAnnas]