TINJAU CIASEM- Hasil otopsi sementara RSCM Jakarta, tim dokter menemukan sejumlah luka lebam dan luka seperti bekas sayatan pada tubuh almarhumah Tarlem, TKW asal Subang yang tewas di Jordania pada 24 November 2011 lalu.
Jenazah Tarlem yang tiba di tanah air pada Minggu (8/1/2011), atas permintaan pihak keluarga Tarlem dilakukan otopsi di RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta untuk mengetahui penyebab kematian Tarlem.
Hasil otopsi sementara mengejutkan Awes dan putranya Wahyan. Tim Dokter yang diketuai Dr. Munim Idris menyatakan, pada bagian tubuh Tarlem terdapat luka lebam dan ada semacam bekas sayatan.
Hasil otopsi sementara itu membuat geram Awes. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu meyakini istrinya meninggal karena penyiksaan. "Saya akan melakukan tuntutan kalau benar-benar istri saya teraniaya. Karena di tubuh istri saya ada lebam-lebam," tegas Awes.
Awes mewakilkan dirinya kepada Migrant Care untuk mengurus masalah yang dihadapi istrinya termasuk jika dipastikan meninggal karena dianiaya oleh pihak majikan. "Saya serahkan sepenuhnya kepada Migran Care," imbuhnya.
Staff Advokasi migrant Care Elly Anita membenarkan adanya luka lebam pada bagian tubuh Tarlem. Melihat hasil sementara otopsi pihak RSCM sedikit menjawabnya ada kejanggalan atas sikap BNP2TKI yang menolak dilakukan otopsi atas tubuh korban.
"Belum ada kesimpulan penyebabnya, kita menunggu beberapa hari ke depan. Tapi dari hasil otopsi sementara, ada luka lebam pada bagian tubuhnya dan luka sayatan di atas lebam itu, ini kata Dr Wasti Herdiyan juga Dr Munim idris," kata Elly yang ikut mengantarkan jenaZah Tarlem ke Subang.






