Tintahijau.com | Portal Berita Subang

Jumat, 24 Mei 2013
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Subhanallah, Danlanud Suryadharma Hobi Santuni Yatim Subhanallah, Danlanud Suryadharma Hobi Santuni Yatim TINJAU KALIJATI- Nilai-nilai spiritual di jajaran TNI AU Sur...
4 Pria Berseragam Polisi Bajak Mobil di Pantura Subang 4 Pria Berseragam Polisi Bajak Mobil di Pantura Subang TINJAU SUBANG- 4 kawanan spesial pembajak mobil melancarkan ...
Ada 2 Siswa yang Tidak Lulus UN di SUbang Ada 2 Siswa yang Tidak Lulus UN di SUbang TINJAU SUBANG- Dinas Pendidikan Subang mengklaim 100% siswa ...
Banjir Rob di Legonkulon, Potensi Hanyutkan 2 Desa Banjir Rob di Legonkulon, Potensi Hanyutkan 2 Desa TINJAU LEGONKULON- Abrasi di sepanjang laut jawa Legonkulon ...
Siswa SDN Soklat Jadi Dalang Favorit se-Jabar Siswa SDN Soklat Jadi Dalang Favorit se-Jabar TINJAU SUBANG- Shildam Gema Amanda Firdaus siswa SDN Soklat,...
Polres Subang akan Tindak Pesta Kelulusan UN Polres Subang akan Tindak Pesta Kelulusan UN TINJAU SUBANG- Jumat (24/5/2013) besok, hasil Ujian Nasional...

Kuda Giribig Subang Siap Tampil di Visit Bogor Year

TINTAHIJAU.COM, Subang- Seni tradisional Subang, Kuda Giribig pimpinan Abah Renggo siap menghibur ribuan warga Bogor dalam hari jadi ke 529 pada 5 Juni 2011 mendatang.

Group Kuda Giribig asal Subang itu menjadi undangan kehormatan langsung dari Bupati Bogor, Rachmat Yasin bupati. Mereka akan menunjukan ferpomancenya di Jl. Tegar Beriman, Pemkab Bogor. Pada event itu, rencananya akan membawa 30 seniman Kuda Giribig.

"Kita diminta tampil pas hari jadi Bogor dan Visit Bogor Year. Suratnya resmi berkop Bupati dan ditandatangani oleh Bupatinya langsung," ujar Abah Renggo kepada TINTAHIJAU.COM, Sabtu (21/3/2011).

Seni Kuda Giribig, menurut Ketua Dewan Kesenian Subang (DKS) itu, sebenarnya sama dengan kuda lumping. Yang membedakan, kuda lumping dalam seni kuda Giribig berbahan baku anyaman kayu bambu dengan diameter 1x1,5 meter dan tali pelecut sepanjang 3 meter.

"Kalau dimainkan, pelecut itu menimbulkan suara yang memekikan. Dan sepanjang penampilan diiringi  Gendang sunda, terompet, gong, kenong, dan kecrek," paparnya.

Atas undangan Pemkab Bogor, Abah Renggo mengaku bangga. Namun di satu sisi, pria yang juga pengajar di SMAN 3 itu merasa prihatin dengan apreisasi Pemkab Subang terhadap khazanah seni budaya lokal.

"Subang sebenarnya menjadi kiblat seni budaya di Jabar, tapi. Sayangnya pemerintah kita kurang sense terhadap seni budaya yang dimiliki," keluhnya.

 

 

Tambahkan Komentar

Kode Keamanan
Perbarui

DSS Radio