TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Kamis, 24 Juli 2014
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Waspadai Sejumlah Titik Rawan Kecelakaan di Subang Waspadai Sejumlah Titik Rawan Kecelakaan di Subang TINJAU SUBANG- Para pengemudi kendaraan diimbau berhati-hati...
Kejari Bidik Tiga Dugaan Kasus Korupsi di Majalengka Kejari Bidik Tiga Dugaan Kasus Korupsi di Majalengka TINJAU MAJALENGKA – Kejari Majalengka membidik tiga dugaan k...
Hari Anak Nasional, IPKB Subang Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama Hari Anak Nasional, IPKB Subang Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama TINJAU SUBANG- Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini h...
Diguyur Hujan, Pos Kesehatan Mudik di Ciasem Tergenang Banjir Diguyur Hujan, Pos Kesehatan Mudik di Ciasem Tergenang Banjir TINJAU CIASEM- Hujan yang mengguyur daerah Subang Utara seja...
Pemotor Tewas Dihantam Setianegara di Pantura Subang Pemotor Tewas Dihantam Setianegara di Pantura Subang TINJAU SUBANG- Nasib Ari (38) warga Kampung Sarengseng RT 20...
Ini Tanda Cinta Srikandi Subang Bagi yang Berpuasa Ini Tanda Cinta Srikandi Subang Bagi yang Berpuasa TINJAU SUBANG- Sekitar lima orang Srikandi, organisasi sayap...

Mimpi Patimban untuk Bupati Subang Baru

TINJAU PUSAKANAGARA- Sudah puluhan tahun warga desa Patimban Kecamatan Pusakanaga, mendambakan jembatan penghubung. Warga desa Patimban yang berbatasan langsung dengan desa Tanjung pura Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu sudah puluhan tahun menggunakan perahu penyebrangan untuk melintasi kali Sewo, yang menjadi pembatas kedua Kabupaten tersebut.

"Jembatan sangat dibutuhkan oleh warga, karena hampir setiap hari hilir mudik warga dari kedua Kabupaten tersebut selalu ramai, saya setiap harinya harus menggunakan perahu nelayan untuk nyebrang ke Kabupaten Indramayu," kata warga desa Patimban, Darsem (35) kepada TINTAHIJAU.com, Senin (1/7/2013).
Menurut Darsem, jika menggunakan jembatan, aktifitas perekonomian antara kedua Kabupaten tersebut bisa lebih bergeliat. Setiap harinya ratusan warga menggunakan jasa perahu nelayan untuk menyebrangi kali Sewo, kebanyakan diantara mereka adalah para pedagang.

"Kami harus bayar Rp1000 per orang sekali melintas, banyak pedagang yang suka pake sepeda motor melintasi sungai ini untuk menjual dagangannya, baik itu dari Subang maupun sebaliknya, kalau mobil nggak bisa lewat," tuturnya.

Jembatan sangat dibutuhkan warga, mereka berharap siapapun Bupati Subang nanti, mampu merealisaiskan harapan warga di tapal batas tersebut. Sementara Suparjo (45) yang sudah hampir setahun menjadi tukang angkut warga yang melintasi kali Sewo dengan perahunya. "Kalau ada jembatan saya nggak punya kerjaan, sudah sekitar 8 bulan saya menjadi tukang angkut warga menggunakan perahu ini," kata Suparjo.

Suparjo yang merupakan warga asli Indramayu bersama 3 rekannya memilih menjadi tukang angkut warga menggunakan perahu, karena hanya pekerjaan tersebut yang mereka bisa. "Kita kerjanya gantian, sistemnya 2 shif. Masing-masing shif 2 orang. Kalau pagi pukul 06:00 sampai 16:00 dan sore pukul 16:00 sampai 20:00," tuturnya.

Memang dengan rata-rata penghasilan setiap harinya yang mencapai Rp400 ribu, membuat Suparjo tidak rela jika ditempat tersebut dibuat sebuah jembatan. Namun jika pemerintah serius ingin membuat jembatan ditempat tersebut dirinya pasrah saja.

"Penghasilan kita yang Rp400 ribu itu kita harus bayar pajak sebesar Rp3 juta pemerintah di 2 Kabupaten, yaitu Indramayu dan Subang. Namun, jika memang harus dibuat jembatan, mungkin saya dan teman-teman yang lainnya akan nyari kerja lain," tandasnya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini