TINJAU Subang- Menjelang bulan puasa, puluhan awak armada angkutan umum di Kabupaten Subang dilakukan test urin di terminal Subang. Test urin terhadap para supir itu bagian dari upaya kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat pada juni lalu, angka kecelakaan di wilayah hukum Subang mengalami kenaikan hingga 30%.
Dari data satuan lalu lintas Polres, pada Juni lalu kecelakaan terjadi sebanyak 54 kali dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 29 orang, dan luka-luka 30 orang. Kecelakaan melibatkan kendaraan umum dan pengendara sepeda motor.
"Bulan Juni lalu kecelakaan cenderung meningkat sekitar 30%. Banya faktor pemicunya, salah satunya karena pengaruh narkoba. Sehingga test urin kpada supir semacam ini perlu dilakukan untuk menekan kecelakaan," ujar Kasat Lantas AKP Asep Saepudin kepada TINTAHIJAU.com
Pemeriksaan urin dilakukan kepada sekitar 40 supir bus trayek Subang-Kampung Rambutan. Dari hasil pemeriksaan sementara, belum didapati supir yang positif mengkonsumsi narkoba. "Sementara ini belum kita dapati. Kalau ada ya kita proses dan tindak lanjuti. Termasuk kita minta supir itu tidak dioperasikan karena dikhawatirkan akan membahayakan orang lain," jelasnya.
Selain dilakukan test urin, puluhan supir juga dilakukan check-up kesehatan seperti tensi darah dan kondisi fisik puluhan supir bus antar kota antar provinsi tersebut. Kepala UPTD Dinas Perhubungan Subang Dulatif Endu menyambut baik pelaksanaan test urin bagi supir bus yang melibatkan jajaran kepolisian. Jasaraharja dan Dinas Kesehatan setempat.
Menurut Dulatif, kegiatan semacam itu bukan kali ini saja dilakukan. Sebelumnya, atau 4 buan sekali pihaknya secara rutin melakukan test urin dan kesehatan awak bus. "Kita sangat support dan apreisasi kegiatan ini. Semua kita berfikir bagaimana penumpang tidak merasa was-was saat ada di bus. Tentunya keselamatan ini ada pada diri supir yang sehat," terang Dulatif.






