Bagaimana Agar Makanan Tidak Cepat Basi?

Pembaca mungkin pernah disuruh oleh ibu untuk langsung menghabiskan sayur atau makanan kuah lainnya agar makanannya masih lezat dan tidak basi atau pernah juga membaca berita yang membahas mengenai makanan basi.

Tentu, timbul pertanyaan mengapa makanan bisa cepat basi sehingga tidak layak makan? Mengapa ada makanan yang gampang basi dan ada juga yang tidak?
 
 
Dalam artikel kumparan kali ini, Zenius akan membahas mengenai makanan basi. Bagaimana makanan menjadi basi? Apa saja faktor penentu yang menyebabkan makanan menjadi basi? Tidak hanya itu, dalam artikel ini juga akan menjelaskan cara membuat makanan supaya menjadi lebih awet.
 
Penyebab Makanan Menjadi Basi
 
Suatu makanan bisa dikatakan basi saat molekul-molekul penyusunnya sudah banyak yang berubah. Misalnya, roti sisir coklat yang baru dimakan separuh yang seharusnya rasanya manis, berubah menjadi masam karena molekul gulanya sudah berubah menjadi asam piruvat ketika membiarkan rotinya di atas meja seharian. Saat molekul yang berubah itu sudah cukup banyak sampai makanan itu sudah tidak layak makan untuk manusia, makanan itu yang biasa kita sebut sebagai makanan basi. Lantas, apa penyebab makanan menjadi basi?
 
  • Oksidasi alami. Oksidasi adalah interaksi antara molekul oksigen dengan zat lain, seperti logam hingga jaringan hidup. Interaksi antara oksigen yang ada di udara dengan molekul-molekul penyusun makanan membuat struktur molekul makanan berubah. Contoh yang gampang teroksidasi dari makanan adalah vitamin dan lemak. Bau tengik dari makanan basi bisa diakibatkan oleh molekul lemak yang udah teroksidasi. Untuk buah, proses oksidasi pigmen yang ada di buah tersebut juga bisa bikin warna dari buah jadi ga menarik bagi kita. Seperti buah apel yang berubah menjadi warna kecoklatan.
  • Enzim. Enzim berperan ke pembusukan dan perubahan tekstur dari makanan hasil bumi yang belom diolah, seperti daging, sayur, dan buah-buahan. Mayoritas enzim yang bikin makanan jadi rusak itu adalah enzim yang sifatnya mempercepat proses oksidasi dari makanan. Selain itu, enzim yang mengatur pematangan buah juga secara alami bisa bikin buah itu jadi lembek dan berwarna kehitaman.
  • Pengaruh Mikroorganisme. Cukup sering, bahan makanan kita sehari-hari terkontaminasi oleh mikroorganisme, khususnya jika kebersihannya kurang dijaga. Mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur, sangat berperan sebagai organisme pengurai. Sebagai pengurai, pastinya organisme-organisme tersebut bakalan merubah molekul-molekul yang ada di makanan. Karena mikroorganisme itu bisa berkembang biak dengan cepat saat media tumbuhnya cocok (nutrisi cocok, suhunya pas, dan lain-lain), mikroorganisme jadi salah satu faktor utama yang dapat membuat makanan jadi cepat basi kalau makanan ga disimpan dengan baik.
 
Lalu, bagaimana cara membuat makanan menjadi lebih awet?
 
  • Pengasapan makanan. Pengasapan makanan termasuk salah satu metode paling purba dalam mengawetkan makanan selain pengeringan. Keuntungan dari metode pengasapan makanan adalah selain mengeringkan, asap hasil pembakaran kayu juga mengandung senyawa-senyawa organik yang bersifat sebagai pengawet alami, seperti formaldehyde, dan lain-lain.
  • Pengasinan makanan. Metode pengasinan awalnya efektif untuk membantu pengeringan daging hasil buruan karena garam bisa mengikat dan menarik keluar molekul air yang ada di dalem daging tersebut. Selain itu, garam dapat menghambat pertumbuhan mikroba dengan membuat sebagian besar mikroba mati karena garam juga dapat menarik keluar cairan dalam tubuh mikroba.
  • Fermentasi. Cara membuat makanan menjadi lebih awet dengan fermentasi yaitu membuat mikroorganisme yang kita inginkan untuk berada di situ. Ini bisa dilakukan dengan menambahkan mikroorganisme, seperti ragi, ke kacang kedelai (yang membuatnya terfermentasi jadi tempe). Lalu, membuat “lingkungan buatan” sesuai dengan yang dibutuhkan si mikroba yang kita mau (atur suhu, udara, dan sebagainya). Proses fermentasi ini mengasilkan makanan dan minuman yang banyak manfaatnya bagi manusia. Contohnya: yoghurt, keju, kecap, kimchi, dan lain-lain.
  • Pemasakan Ulang atau Pemanasan Makanan. Proses pemanasan membunuh bakteri dan merusak enzim-enzim yang menyebabkan pembusukan. Saat bakteri kontaminan berkembang biak begitu banyak di suatu bahan makanan, laju degradasi makanan tinggi, makanan pun menjadi lebih cepat basi. Memanaskan makanan akan membunuh sebagian besar bakteri sehingga populasi bakteri harus mulai tumbuh dari jumlah sedikit lagi. Kenapa ketika udah dipanaskan pakai suhu tinggi, bakteri yang mati hanya sebagian? Bakteri bisa mengubah dirinya menjadi “fase tidur” endospora yang tahan banget sama panas, garam, atau lingkungan mencekam lainnya.
  • Pendinginan Makanan. Mendinginkan makanan di kulkas atau freezer bisa membuat makanan tahan lama dikarenakan suhu kulkas/freezer yang dingin membuat pertumbuhan mikroorganisme terhambat. Selain itu, enzim-enzim yang bisa membantu proses pembusukan juga tidak aktif dalam suhu rendah. Namun, kulkas cuma menghambat pertumbuhan bakteri, bukan membunuh bakteri.
  • Pemanasan Berteknologi. Ada dua prinsip pemanasan berteknologi yaitu pasteurisasi dan UHT. Prinsip metode pasteurisasi adalah dengan memanaskan bahan makanan lalu didinginkan ke suhu normal ruangan (27°C) berulang-ulang. Ketika dipanaskan, bakteri berubah jadi endospora. Ketika didinginkan kembali ke suhu normal, endospora berubah jadi bakteri lagi. Sebelum bakterinya menjadi aktif lagi, dipanaskan lagi, untuk membunuh bakteri tersebut. Begitu terus berulang-ulang sampai semua mikroorganisme kontaminan di bahan makanan tersebut benar-benar habis dan mati. Teknologi selanjutnya adalah Ultra High Temperature (UHT). Teknologi ini memanaskan makanan sampai suhu 137C yang menyebabkan spora jamur maupun endospora bakteri sudah mati.
 
Jadi, begitulah penjabaran dari Zenius mengenai penyebab makanan basi dan cara membuat makanan menjadi lebih awet.
 
Sumber:  Kumparan | Foto: ShuterStock

Twitter Update

Gugus Tugas Indramayu Waspadai Lonjakan Covid-19 Pasca Idul Fitri Cc @kotaindramayu https://t.co/eLwLW4VAUv
Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan, Diagnosa Balita PDP yang Meniggal Karena Keracunan Makanan https://t.co/Cnof3auajz
Cara Mudah untuk Cek Arah Kiblat yang Dapat Dilakukan Semua Orang https://t.co/xATa0xsAUK
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter