FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Cuaca Buruk, Spot Olahraga Dirgantara Gunung Panten Majalengka Ditutup Sementara

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com -Pengelola spot olahraga paralayang di Gunung Panten Kecamatan Majalengka menutup sementara untuk terbang tandem.

Ketua Pokdarwis Paralayang Gunung Panten Majalengka Dede Sofyan, mengatakan penutupan spot olahraga itu karena faktor cuaca. Dalam hari terakhir ini, angin di daerah Majalengka tidak bagus untuk dilakukan penerbangan.

Menurut Dede, Pada November hingga April kondisi angin cukup bagus untuk penerbangan Paralayang di Gunung Panten Majalengka. Arah dan kecepatan angin cukup aman untuk penerbangan olahraga dirgantara. Sementara dari Mei sampai September, kondisi angin cukup ebresiko untuk dilakukan penerbangan.

"Sesekali penerbangan masih bisa dilakukan tetapi harus cermat memperhatikn cuaca dan biasanya hanya untuk terbang solo bukan tandem," jelasnya.

Menurut dia, di Gunung Panten arah angin yang baik dan aman untuk olahraga dirgantara dari arah utara atau tempat landing, pada kurun waktu tersebut sudah mulai turun hujan sehingga udara di wilayah utara lebih padat dibandingkan Selatan.

"Setiap tempat memiliki karakter angin dengan kurun waktu berbeda biasanya olahraga dirgantara di Gunung Panten itu digelar Novembe hingga April," kata Dede.

Untuk menghindarai hal yang tidak diinginkan, jelas Dede, untuk sementara Spot Olahraga terbang layang di Paralayang Gunung Paten ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Terpisah forecaster BMKG stasiun Jatiwangi-Majalengka Ahmad Faa Izyn mengungkapkan ada potensi Peningkatan kecepatan angin dari tanggal 3–5 Agustus 2019 di Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

Dikatakan dia, analisis peningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah tersebut hari ini dan beberapa hari kedepan disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan di wilayah Utara dan Selatan ekuator.

"Berdasarkan hasil pengamatan  pagi hari ini dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 47 km/Jam,"ungkapnya.

Ahmad mengungkapkan kondisi peningkatan kecepatan angin di wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan)  diprakirakan dapat mencapai nilai maksimum hingga 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari kedepan.

"Masyarakat dihimbau agar lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti debu , pohon tumbang dan peningkatan tinggi gelombang mencapai > 1,5  meter di Perairan Utara Cirebon - Indramayu serta juga menjaga kondisi tubuh," pungkasnya.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom

 


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Traveling Ternyata Lebih Membahagiakan Dibanding Pernikahan https://t.co/XeZ2sXnWPY
Wagub Jabar Tinjau Pusat Peternakan Sapi di Subang https://t.co/jaH0gIfFma
PMI Subang Utus 24 Pelajar di Jumbara Jabar https://t.co/ZGeNFd2a6i
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page