FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sukses Jadi Petani Muda, Adi Priatna: Ada Doa Hebat Ibu di Belakang Saya

Indeks Artikel

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Saat sebagian anak muda memilih bekerja di tempat lain, Adi Priatna memilih turun ke sawah menjaga usaha fundamen.

Berbeda dengan anak muda seusianya, Adi Priatna, remaja berusia 19 tahun ini memilih menggarap pertanian di daerahnya di Desa Bojongkeding, Kecamatan Tambakdahan, Subang.

Bidang pertanian sengaja dipilih Adi untuk melanjutkan usaha orang tua terdahulu, sekaligus mengkampanyekan anak muda kembali ke sawah. Maklum saja, di era modern ini, banyak anak muda yang meninggalkan pertanian dan memilih tempat lain sebagai usahanya.

"Sebenarnya sama ibu saya diminta untuk lanjut sekolah setelah lulus di MAN 2, tapi saya keueuh memilih untuk usaha dan sawah menjadi pilihan saya," kata Adi Priatna

Semula, Adi menggarap 1 hektare lahan sawah. Namun dari hasil panen padi, dia bisa mengumpulkan Rp60 juta. Adi akhirnya mengembangkan dengan menyewa tiga hektare lahan sawah dari hasil panennya itu.

"Semuanya untuk padi. Alhamdulillah, kalau panennya lagi bagus, 1 hektare bisa Rp60 juta untuk satu hektare. Untuk satu kali panen butuh waktu 6 bulan," paparnya.

Meskipun sebagai petani muda otodidak, Adi akan terus mengembangkan usahanya di bidang pertanian. Selain akan menambah area pertanian, ke depan dia juga akan membuka usaha baru seperti menjadi distributor pupuk subsidi termasuk penggilingan padi.

"Bukan cuma padi, sekarang saya lagi diusahakan untuk jadi distributor pupuk, insya Allah semua perizinan dan eprsyaratan dalam waktu dekat ini beres," terangnya.

Pilihan membuka distributor pupuk subsidi, bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi membantu petani lain yang kerap kekurangan pupuk subsidi. "Doakan saja secepatnya bisa beroperasi, ini bisa bantau banyak petani. Masalah petani kan ketersediaan pupuk," terangnya.

Menjadi petani milenial, bagi Adi adalah kebanggan. Bukan saja menguntungkan secara materi, menjadi petani adalah tekadnya untuk menjaga budaya orang tua dulu yang hidup dari sawah. Dia berkeinginan kuat, menjadi petani dan lulus MAN bukan sesuatu yang naif. "Untuk kebutuhan sehari-hari, saya juga dagang Gas LPG dan beras, alhamdulillah selama ini cukup," terangnya

Kunci Sukses Adi...



Keberhasilan Adi di dunia pertanian, sebagian sudah dinikmati Adi. Di usianya yang masih relatif muda atau 19 tahun, Adi kini sudah memiliki tempat tinggal sendiri dan kendaraan sebagai pendukung usahanya.

Namun di balik keberhasilan Adi, ada seseorang yang menjadi 'jimat' Adi dalam menjalankan usahanya. "Ada ibu hebat di belakang saya, saya selalu minta doa beliau. Dan ini semua karena doa ibu," terangnya.

Hal lain yang menjadi kunci sukses Adi adalah gemar berbagi dengan sesama. Dengan caranya sendiri, Adi setiap pekannya menjadikan aksi berbagi adalah kegiatan rutin.

"Jangan menyerah terus berjuang selagi masih memilik usia untuk bekerja, terus bekerja. Tidak ada kenikmatan di masa tua, bagi mereka yang malas di masa muda




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Helikopter NASA Akhirnya Sukses Melenggang di Planet Mars https://t.co/l36ZXriQeI
Asia Bakal Jadi Tempat Pengungsian Warga Dunia, Mengapa? https://t.co/UdMzGb5jjm
Empat Tahun Melangkah, AMSI Komitmen Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat https://t.co/vhuuY6IbU6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter