Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Subang Jawara

     

     

     

     

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Anissa Salsabila Ulhaq, murid Kelas II SMAN 1 Subang sukses mencetak prestasi nasional lewat inovasinya merubah Daun Nanas menjadi Anyaman Interior rumah.

Kabupaten Subang memiliki potensi sumber daya alamnya yang melimpah, termasuk untuk komoditi buah-buahan. Selain buah Manggis, Kabupaten Subang lebih dulu dikenal dengan daerah penghasil buah Nanas.

Melimpahnya buah Nanas, menarik siswi SMAN 1 Subang Annisa Salsabila Ulhak memutar otak dalam pemanfaatan daun buah Nanas menjadi sesuatu yang bernilai. Annisa berinovasi menjadikan daun nanas itu menjadi karya Seni Kriya yang bernilai berupa Interior rumah. Annisa menyebutnya Ringging Geulis.

"Inspirasinya, karena Subang ini dikenal sebagai daerah penghasil nanas ya. Dari situ saya terpikir, gimana caranya daun-daun nanas ini tidak dibuang begitu saja, tapi ada nilai. Akhirnya mencoba membuat anyaman ini," kata Annisa sambil menunjukkan karyanya itu

BERITA LAINNYA:

Hari Nurdiansyah, Pemuda Subang Ciptakan Puluhan Replika Pesawat, Peminatnya dari Luar Negeri

Keren! Seniman Subang Lukis Peta Indonesia pada Buah Kopi dan Bulu Ayam

Lewat Literasi, Guru SMPN 1 Pagaden Subang 'Melancong' ke Luar Negeri



Karyanya itu diikutsertakan dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Jabar. Hasilnya, Ringging Geulis itu sukses membawa Annisa sebagai Juara I sekaligus mengantarkan Annisa harus berjuang di FLS2N tingkat Nasional di Lampung.

Di tingkat Nasional, Ringging Geulis Annisa itu masuk dalam 10 Besar Nasional. "Setiap provinsi ada dua perwakolan, dari putra dan putri. Utuk tingkat nasional ini alhamdulillah, bisa masuk 10 besar," katanya

Limbah nanas ini berhasil disulap Anisa menjadi elemen dekoratif dan sebagai pajangan interior rumah. Teknik yang digunakan adalah macrame, yakni teknik seni membuat benda dengan berbagai macam simpul/buhul yang di ikat satu dengan yang lainnya.

Bahan yang digunakan adalah serat daun nanas, kemudian ditambah warna kuning alami dari kunyit dan warna cokelat dari daun jati.

"Tekstur halus dan berkualitas tinggi dalam serat daun nanas juga dapat dimanfaatkan untuk membuat tali. Karena, tali yang dihasilkan dari serat daun nanas memiliki kekuatan lebih dan bisa dikreasikan dengan teknik macrame serta menghasilkan karya dekoratif," paparnya

Anisa telah menekuni seni kriya sejak masuk SMA. Proses pembuatan seni kriya ini menggunakan tangan dan membutuhkan keterampilan khusus. Ada harapan, karnyanya itu ke depan bisa menjadi peluang ekonomi, sebagai alternatif warga Subang.

"Mudah-mudahan saja, ke depan ini menjadi inspirasi ya. Bisa dibuat lebih banyak lagi. Selain untuk peningkatan ekonomi, yang lebih penting pemanafaatan limbahnya menjadi sesuatu yang berharga," pungkasnya



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom