TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Kamis, 17 April 2014
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Sepekan 113 Rumah di Subang Rusak Disapu Puting Beliung Sepekan 113 Rumah di Subang Rusak Disapu Puting Beliung TINJAU SUBANG- Dalam sepekan sedikitnya 113 rumah warga di e...
Wow! Pantai Utara Subang akan Miliki Pelabuhan Nasional Wow! Pantai Utara Subang akan Miliki Pelabuhan Nasional TINJAU SUBANG- Kabupaten Subang, dalam waktu dekat akan sege...
Pemotor asal Tegal Tewas dengan Tubuh Tercecer di Pantura Subang Pemotor asal Tegal Tewas dengan Tubuh Tercecer di Pantura Subang TINJAU SUKASARI- Kecelakaan kembali terjadi di jalur pantura...
Ketika Bupati dan Pejabat Subang Goyang Keloas di Panggung DPRD Ketika Bupati dan Pejabat Subang Goyang Keloas di Panggung DPRD TINJAU SUBANG- Usai menggelar sepeda santai dalam rangka har...
Mushola dan Puluhan Rumah di Sukasari Rusak Tertimpa Pohon Mushola dan Puluhan Rumah di Sukasari Rusak Tertimpa Pohon TINJAU SUKASARI- Angin puting beliung dalam beberapa hari te...
Air Panas Sariater Subang Menuju Wisata Syariah Air Panas Sariater Subang Menuju Wisata Syariah TINJAU CIATER- Memasuki usianya ke 40 tahun, obyek wisata Sa...

Tangkuban Parahu Geliat, Sariater Tekor Rp10 miliar

TINJAU SUBANG- Menggeliatnya aktivitas Gunung Tangkuban Parahu berdampak serius ke obyek wisata di sekitarnya. Wisata alam air panas Sariater, Ciater mengaku mengalami kerugian hingga Rp10 miliar.

Kerugian berasal banyaknya wisatawan yang membatalkan kunjungan dan atau booking room hotel yang berada di wisata air panas terbesar di Jabar itu.

Director of Sales & Marketing - Sari Ater Hotel & Resort Sariater Faisal Nafai, sedikitnta 20 group yang sudah booking room untuk tanggal 7-29 maret terpaksa dibatalkan efek dari pemberitaan perkembangan kondisi Gunung Tangkuban Parahu.

"Banyak tamu rombongan menginap yang membatalkan pesanannya akibat issue gunung yang sepertinya membahayakan. Ada 20 group salah satunya Pertamina Cilegon yang mau meeting jumat hari ini," kata Faisal Nafai kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (8/3/2013).

Akibat batalnya penggunaan room hotel, pihak Sariater menelan kerugian hingga Rp3 miliar. Itu baru berasal dari mereka yang deal booking, belum lagi wisatawan yang sudah melakukan penjajakan.

"Belum dihitung pesanan secara individu & juga calon wisatawan yang akhirnya urung ke tangkuban parahu & ciater, bila di perkirakan bisa mencapai 10 miliar rupiah," tuturnya.

Dalam beberapa terakhir ini, Gunung Tangkuban Parahu mengalami peningkatan aktivitas. Mengeluarkan abu vulkanik yang mengakibatkan sekitar 1,5 km dari titik letusan harus steril dari kunjungan. Kendati begitu, hingga saat ini status Tangkuban Parahu masih waspada. [annas nashrullah]