TINJAU SURABAYA – Irama musik rancak seketika mengagetkan para pengunjung Tunjungan Plaza. Mereka sedang antre masuk untuk mengetahui Misteri di Gedung Tua di sana.
Apalagi saat seorang penari berdandan menyeramkan dengan rambut gimbal panjang berbalut selendang tiba-tiba muncul. Di belakangnya berdiri empat orang berjubah hitam yang juga menyeramkan.
Pengunjung pun tak henti-hentinya teriak histeris saat penari ronggeng itu terus menggila dengan gerakannya. Bagai orang kesurupan penari ronggeng itu tak henti melenggang di antara pengunjung selama hampir 30 menit.
Pertunjukkan tari ronggeng itu memang sengaja ditampilkan untuk mengejutkan pengunjung rumah hantu yang tertarik menguji nyalinya di dunia “Misteri Bangunan Tua” di TP. “Dandanannya itu yang bikin serem. Seperti bukan penari tapi hantu,” ungkap Silviana, salah satu pengunjung.
Arie Saksono, pihak Rumah Hantu Indonesia (RHI), mengatakan, pertunjukkan tari ronggeng sengaja ditampilkan sebagai tambahan sisi mistis dari Misteri Gedung Tua, yang masih bisa ditemui hingga Minggu 22 Januari mendatang. “Pengunjung rumah hantu sejak 22 Desember lalu sudah mencapai puluhan ribu orang. Tepatnya lebih dari 80.000 orang,” sebut Arie bangga.
Tari ronggeng dikenal masyarakat khususnya masyarakat Jawa Barat adalah tarian mistis. “Bukan hanya dikenal sebagai tarian adat istiadat, juga sebagai tarian maut,” kata Arie.
Beragam versi tentang tari ronggeng ini dikenal, mulai dari tarian yang menggaet lelaki hidung belang hingga versi perkawinan antara Dewi Siti Samboja dan Raden Anggalarang, putra Prabu Haur Kuning dari Kerajaan Galuh yang tidak direstui ayahnya.
Dalam kisah, pasangan tersebut akhirnya mendirikan kerajaan di Pananjung, sekitar Pangandaran. Namun suatu ketika kerajaan tersebut diserang perompak yang dipimpin Kalasamudra hingga akhirnya terjadi pertumpahan darah.
Lantaran pertempuran tidak seimbang, Raden Anggalarang tewas. Sedangkan istrinya Dewi Siti Samboja berhasil menyelamatkan diri dan mengembara. Dalam pengembaraannya ia mendapatkan wangsit agar namanya diganti menjadi Dewi Rengganis dan menyamar sebagai ronggeng.
Di tengah kepedihan hatinya yang tidak terperikan karena ditinggal suaminya, Dewi Rengganis berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Pikirannya masih digelayuti dengan kekejaman yang merenggut suaminya.
Sesampainya di tempat Kalasamudra, Ia pun langsung membalaskan dendamnya atas nyawa suaminya. “Balas dendam itu dilampiaskan dengan cara menari,” tutur Arie.













