Arus Balik Wisatawan Mulai Padati Jalur Lembang–Bandung
Bandung Barat — Arus lalu lintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih diwarnai pergerakan kendaraan wisatawan pada akhir libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, berbeda dari hari-hari sebelumnya, kepadatan kali ini didominasi kendaraan yang meninggalkan Lembang menuju Kota Bandung dan Cimahi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, Jalan Raya Lembang terpantau ramai lancar. Kendaraan wisatawan tampak bergerak turun melalui jalur utama menuju Bandung dan Cimahi, termasuk melalui Jalan Kolonel Masturi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, AKP Yudha Satyo Rahardjo, mengatakan Jumat ini menjadi awal arus balik wisatawan dari kawasan Lembang. Menurutnya, sebagian besar wisatawan mulai kembali ke daerah asal setelah memanfaatkan libur panjang.
“Jadi hari ini juga merupakan awal dari arus balik wisatawan dari kawasan Lembang. Kendaraan dominan yang turun ke Bandung pada Jumat sore,” ujar Yudha.
Ia menyebutkan, puncak arus balik wisatawan diprediksi terjadi pada Sabtu (3/1/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, termasuk Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi dan kawasan interchange Padalarang.
“Prediksi kami puncak arus balik wisatawan akan terjadi besok. Kami siagakan personel agar arus balik berjalan lancar,” katanya.
Meski demikian, Yudha memperkirakan Lembang masih akan dipadati wisatawan pada Sabtu. Kali ini, kunjungan didominasi wisatawan lokal dari wilayah Bandung Raya. Polres Cimahi memastikan skema pengaturan lalu lintas di kawasan wisata Lembang tetap diberlakukan hingga Senin (5/1/2026).
Sementara itu, aktivitas wisata di Lembang masih terbilang ramai. Sejumlah objek wisata tetap dipadati pengunjung meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Di Floating Market Lembang, wisatawan terlihat berhamburan mencari tempat berteduh saat hujan turun deras. Area pasar apung pun dipenuhi pengunjung yang memadati gerai-gerai kuliner tradisional di atas perahu.
“Hujannya tiba-tiba deras, padahal lagi antre kereta danau. Nanti setelah reda balik lagi karena sudah beli tiket. Anak penasaran banget ingin coba,” ujar Rahmi, wisatawan asal Jakarta.
Rahmi mengaku baru sempat berlibur ke Lembang di penghujung libur Nataru dan libur sekolah. Ia menyebut hampir setiap kunjungannya ke Lembang selalu bertepatan dengan musim hujan.
“Kalau cuacanya enak jadi semakin sejuk, cuma untuk wisata agak terganggu karena harus berteduh dulu. Rencana malam ini turun ke Bandung, besok sudah pulang,” katanya.
Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati, mengatakan kunjungan wisatawan pasca Tahun Baru 2026 masih tergolong tinggi. Setiap hari, ribuan wisatawan tercatat memadati kawasan tersebut.
“Alhamdulillah masih ramai, ribuan wisatawan per hari. Hanya saja kami khawatir hujan karena biasanya kunjungan sedikit menurun saat hujan turun,” ujar Intania.
Selain wahana permainan, kuliner tradisional di pasar apung tetap menjadi daya tarik utama. Konsep pasar terapung yang terinspirasi dari Thailand dan Kalimantan, serta sistem pembayaran menggunakan koin khusus, menjadi pengalaman unik bagi para pengunjung.
“Banyak yang datang memang untuk kulineran. Sistem pembayarannya pakai koin, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp20 ribu, itu juga jadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Dengan masih tingginya arus wisatawan dan dimulainya arus balik, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kemacetan.
BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Arus lalu lintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih diwarnai pergerakan kendaraan wisatawan pada akhir libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, berbeda dari hari-hari sebelumnya, kepadatan kali ini didominasi kendaraan yang meninggalkan Lembang menuju Kota Bandung dan Cimahi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, Jalan Raya Lembang terpantau ramai lancar. Kendaraan wisatawan tampak bergerak turun melalui jalur utama menuju Bandung dan Cimahi, termasuk melalui Jalan Kolonel Masturi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, AKP Yudha Satyo Rahardjo, mengatakan Jumat ini menjadi awal arus balik wisatawan dari kawasan Lembang. Menurutnya, sebagian besar wisatawan mulai kembali ke daerah asal setelah memanfaatkan libur panjang.
“Jadi hari ini juga merupakan awal dari arus balik wisatawan dari kawasan Lembang. Kendaraan dominan yang turun ke Bandung pada Jumat sore,” ujar Yudha.
Ia menyebutkan, puncak arus balik wisatawan diprediksi terjadi pada Sabtu (3/1/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, termasuk Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi dan kawasan interchange Padalarang.
“Prediksi kami puncak arus balik wisatawan akan terjadi besok. Kami siagakan personel agar arus balik berjalan lancar,” katanya.
Meski demikian, Yudha memperkirakan Lembang masih akan dipadati wisatawan pada Sabtu. Kali ini, kunjungan didominasi wisatawan lokal dari wilayah Bandung Raya. Polres Cimahi memastikan skema pengaturan lalu lintas di kawasan wisata Lembang tetap diberlakukan hingga Senin (5/1/2026).
Sementara itu, aktivitas wisata di Lembang masih terbilang ramai. Sejumlah objek wisata tetap dipadati pengunjung meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Di Floating Market Lembang, wisatawan terlihat berhamburan mencari tempat berteduh saat hujan turun deras. Area pasar apung pun dipenuhi pengunjung yang memadati gerai-gerai kuliner tradisional di atas perahu.
“Hujannya tiba-tiba deras, padahal lagi antre kereta danau. Nanti setelah reda balik lagi karena sudah beli tiket. Anak penasaran banget ingin coba,” ujar Rahmi, wisatawan asal Jakarta.
Rahmi mengaku baru sempat berlibur ke Lembang di penghujung libur Nataru dan libur sekolah. Ia menyebut hampir setiap kunjungannya ke Lembang selalu bertepatan dengan musim hujan.
“Kalau cuacanya enak jadi semakin sejuk, cuma untuk wisata agak terganggu karena harus berteduh dulu. Rencana malam ini turun ke Bandung, besok sudah pulang,” katanya.
Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati, mengatakan kunjungan wisatawan pasca Tahun Baru 2026 masih tergolong tinggi. Setiap hari, ribuan wisatawan tercatat memadati kawasan tersebut.
“Alhamdulillah masih ramai, ribuan wisatawan per hari. Hanya saja kami khawatir hujan karena biasanya kunjungan sedikit menurun saat hujan turun,” ujar Intania.
Selain wahana permainan, kuliner tradisional di pasar apung tetap menjadi daya tarik utama. Konsep pasar terapung yang terinspirasi dari Thailand dan Kalimantan, serta sistem pembayaran menggunakan koin khusus, menjadi pengalaman unik bagi para pengunjung.
“Banyak yang datang memang untuk kulineran. Sistem pembayarannya pakai koin, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp20 ribu, itu juga jadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Dengan masih tingginya arus wisatawan dan dimulainya arus balik, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kemacetan.





