Pemerintahan

Kejar PAD Rp1 Triliun, Bapenda Subang Gaspol Optimalisasi Pajak dan Pariwisata 2026

×

Kejar PAD Rp1 Triliun, Bapenda Subang Gaspol Optimalisasi Pajak dan Pariwisata 2026

Sebarkan artikel ini


SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang pada tahun 2026 dipatok lebih dari Rp1 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme sekaligus tantangan besar bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang, menyusul capaian PAD tahun 2025 yang menembus Rp961 miliar.


Kepala Bapenda Subang, Yeni Nuraeni, menyebut kenaikan target tersebut tidak lepas dari kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun sebelumnya. Menurutnya, tren peningkatan pendapatan daerah harus dijaga dengan langkah-langkah strategis dan kerja cepat sejak awal tahun.


“Target PAD tahun 2026 lebih dari Rp1 triliun. Ini tentu menjadi tantangan, tapi juga peluang karena capaian 2025 sudah sangat mendekati,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).


Ia menjelaskan, untuk sektor pajak daerah, Bapenda Subang pada 2025 ditargetkan Rp519 miliar, sementara pada 2026 target meningkat menjadi Rp565 miliar. Meski target mengalami lonjakan, pihaknya tetap yakin dapat merealisasikannya.


“Kami tetap optimistis. Kuncinya ada pada strategi dan keberanian untuk bergerak cepat,” kata Yeni.


Sebagai langkah percepatan, Bapenda Subang akan mulai “ngabret” sejak Februari 2026. Salah satu fokus utama adalah pembaruan data wajib pajak, terutama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Subang.


“Kami menemukan masih ada perusahaan yang menggunakan wajib pajak pribadi, bukan atas nama badan usaha. Ini yang akan kami benahi,” ungkapnya.


Selain pembaruan data, Bapenda juga akan memaksimalkan seluruh potensi pendapatan dari berbagai sektor, mulai dari pajak restoran, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), pajak air tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga sektor-sektor lainnya yang selama ini dinilai belum tergarap optimal.


“Strategi jemput bola pasti dilakukan. Target kami tinggi, jadi tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa,” tegasnya.


Sektor pariwisata juga menjadi perhatian khusus. Pertumbuhan destinasi wisata, kafe, dan usaha kuliner di Kabupaten Subang, terutama saat musim liburan, dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.


“Pariwisata dan usaha pendukungnya terus tumbuh. Ini peluang yang harus dimaksimalkan,” ujar Yeni.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Bapenda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menopang keuangan daerah. PAD yang kuat dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program pembangunan pemerintah daerah.


Hal senada sebelumnya disampaikan Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita, yang meminta Bapenda Subang mampu mengoptimalkan seluruh potensi pajak dan pendapatan daerah guna mendukung program prioritas, khususnya pembangunan infrastruktur jalan.


“Potensi dan peluang harus dimaksimalkan. Pendapatan daerah sangat menentukan keberhasilan pembangunan,” tegas Bupati.