Entertainmen

Kreator Konten Ramond Dony Adam Tak Menyangka Dirinya Jadi Sasaran Teror

×

Kreator Konten Ramond Dony Adam Tak Menyangka Dirinya Jadi Sasaran Teror

Sebarkan artikel ini
Ramon Dony Adam alias DJ Donny. Foto: Dok. Istimewa.

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kreator konten Ramond Dony Adam mengaku menjadi sasaran teror serius yang terjadi sebanyak dua kali. Pengalaman tersebut diungkapkan Ramond saat menjadi narasumber dalam Program Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Ramond mengungkapkan, teror pertama kali diketahui saat dirinya menerima sebuah paket mencurigakan. Paket tersebut dilakban tebal, mencantumkan namanya sebagai penerima, namun tanpa identitas pengirim.

“Saya lihat isi paket yang dikirim itu kok aneh. Namanya penerima ada, saya, tapi nama pengirimnya tidak ada,” ujar Ramond.

Setelah dibuka, paket tersebut berisi tiga lembar kertas. Dua kertas bertuliskan pesan dengan spidol, sementara satu lembar lainnya berisi foto wajah Ramond disertai tulisan bernada ancaman. Ramond mengatakan, isi surat tersebut merupakan ancaman pembunuhan.

“Tertulis, kalau kamu masih berbicara di media sosial, maka seperti nasib ayam ini,” kata Ramond menirukan isi pesan tersebut.

Tak hanya ancaman tertulis, di dalam paket tersebut juga ditemukan bangkai ayam dengan kepala terpotong. Ramond menilai kiriman tersebut sebagai bentuk teror yang nyata dan mengancam keselamatan.

Paket berisi bangkai ayam itu, kata Ramond, pertama kali diterima oleh istrinya sepulang kerja sekitar pukul 21.00 WIB. Istrinya merasa curiga karena tidak ada pesanan apa pun yang mereka tunggu.

“Istri saya telepon, tanya apakah saya pesan paket atau tidak. Saya jawab tidak. Dia bilang ini ada yang tidak beres,” tutur Ramond.

Menurut Ramond, saat itu di media sosial memang sedang ramai kasus doxing dan pengiriman paket-paket mencurigakan kepada sejumlah pihak. Ia tidak menyangka dirinya turut menjadi sasaran hingga paket teror tersebut dikirim langsung ke rumahnya.

Teror kedua terjadi dua hari kemudian. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), sekitar pukul 03.12 WIB terlihat dua orang mendatangi rumah Ramond dan melemparkan bom Molotov.

Peristiwa itu baru diketahui pada pagi hari sekitar pukul 06.45 WIB, saat istrinya terbangun dan mencium bau minyak tanah. Ia kemudian menemukan pecahan kaca di bagian rumah dan membangunkan Ramond.

“Saya lihat rekaman CCTV, ternyata ada yang datang dan melempar Molotov,” ungkap Ramond.

Atas rangkaian teror tersebut, Ramond telah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Ia menilai tindakan tersebut sudah masuk dalam kategori sangat berbahaya dan mengancam nyawa.

“Bukan hanya saya yang dirugikan kalau sampai terbakar, tapi juga tetangga,” ujarnya.

Ramond menjelaskan, rumahnya berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit. Ia khawatir, jika Molotov tersebut meledak dan memicu kebakaran besar, dampaknya bisa meluas.

“Kalau itu benar-benar meledak, kena tembok atau mobil, bisa kebakar. Mungkin keluarga saya dan saya sudah tidak ada,” kata Ramond.

Hingga kini, kasus teror terhadap Ramond Dony Adam masih dalam penanganan aparat kepolisian.