Megapolitan

Kasus Sekeluarga Tewas di Warakas, Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor

×

Kasus Sekeluarga Tewas di Warakas, Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor

Sebarkan artikel ini
Penemuan mayat
Foto Ilustrasi

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kepolisian menyatakan belum dapat menyimpulkan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tewasnya sekeluarga di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aparat menegaskan penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta dan bukti ilmiah, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, mengatakan penyelidik tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kematian para korban. “Terkait adanya dugaan pidana, kita tidak bisa menduga-duga karena kita harus berdasarkan fakta,” ujar Reonald saat ditemui di Delta Mas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/1).

Menurut dia, proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kekeliruan dalam penanganan perkara. Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sejumlah sampel yang diambil dari tubuh korban dan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

“Hasil labfor itu membutuhkan waktu karena tidak sebentar untuk membuktikan kandungan yang ada dalam cairan dari sampel yang diambil dari tubuh korban, nanti disesuaikan dengan barang bukti yang ada di TKP,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, mengungkapkan pihaknya telah memeriksa sedikitnya 10 saksi. “Total 10 saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini. Kami masih memperbanyak pemeriksaan saksi,” ucap Onkoseno di Jakarta, Senin (5/1).

Para saksi yang dimintai keterangan antara lain anak korban yang baru pulang kerja, anak yang sempat kritis dan dirawat di RSUD Koja, serta warga sekitar lokasi kejadian, termasuk tetangga korban.

Berdasarkan data kepolisian, korban meninggal dunia masing-masing berinisial AAB (13), SS (50), dan AAL (27). Sementara satu anggota keluarga lainnya, pria berinisial ASJ (22), berhasil selamat.

Onkoseno juga membeberkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para tetangga mendapati tiga penghuni kontrakan tersebut dalam posisi berbaring, mengeluarkan busa dari mulut, dan tidak bergerak. Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiganya dipastikan telah meninggal dunia.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Barang-barang tersebut meliputi makanan dan minuman yang berada di TKP, serta sejumlah barang sehari-hari yang biasa digunakan korban dan dinilai berpotensi berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam milik korban. Namun hingga kini, penyidik mengaku belum menemukan percakapan atau pesan yang mencurigakan.

Penyelidikan masih terus berlanjut sambil menunggu hasil laboratorium forensik yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian para korban.