Pemerintahan

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir

×

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Foto Arsip. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). (Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif untuk meredam potensi banjir dengan menggelar operasi modifikasi cuaca selama lima hari ke depan. Kebijakan ini diterapkan menyusul peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu hujan lebat berkepanjangan di wilayah Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono menyatakan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk segera menjalankan operasi tersebut. Menurutnya, modifikasi cuaca menjadi langkah pencegahan yang dinilai lebih efektif dibandingkan harus menangani dampak banjir yang meluas.

“Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/1/2026), seperti dikutip dari Antara.

Pramono menjelaskan, modifikasi cuaca mulai dilakukan pada Selasa (13/1) dan direncanakan berlangsung hingga Sabtu (17/1/2026). Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas serta durasi hujan yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah rawan di Jakarta.

Menurut Pramono, tanpa adanya intervensi tersebut, hujan yang turun pada hari ini diperkirakan dapat berlangsung lebih lama dan berdampak lebih luas. “Hari ini terus terang saja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, enggak mungkin hujan hanya sebentar seperti tadi,” katanya.

Kebijakan ini, lanjut Pramono, diambil berdasarkan data dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di Jakarta dan sekitarnya. Atas dasar itu, Pemprov DKI memilih langkah pencegahan sejak dini guna meminimalkan risiko bencana.

Bahkan, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI siap mengalokasikan anggaran untuk modifikasi cuaca hingga 30 hari apabila kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut. “Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan, karena hitungannya dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” ujarnya.

Pramono berharap strategi ini dapat membantu mengendalikan curah hujan sehingga potensi banjir di Jakarta dapat ditekan dan lebih terkendali. Dengan langkah tersebut, Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk mengedepankan upaya pencegahan demi mengurangi risiko dan dampak bencana di kemudian hari.