SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, tengah merumuskan sebuah gagasan inovasi berbasis kearifan lokal bertajuk Getek Ceria Subang.
Konsep ini dirancang sebagai ide awal pengembangan transportasi air sekaligus wisata pesisir yang berorientasi pada penguatan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah rawan banjir rob.
Sekretaris Kecamatan Legonkulon, Ida Erlinda, mengatakan bahwa gagasan tersebut muncul dari kondisi geografis wilayah pesisir yang setiap tahun terdampak kenaikan muka air laut, abrasi, serta penurunan muka tanah.
“Ini masih dalam bentuk ide dan konsep yang sedang kami siapkan. Tujuannya untuk menjawab persoalan aksesibilitas saat banjir rob sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Ida Erlinda.
Menurutnya, selama ini banjir rob kerap mengganggu mobilitas warga serta akses menuju kawasan wisata, khususnya ke arah Pondok Bali. Dampaknya, kunjungan wisata menurun dan peluang pendapatan masyarakat pesisir ikut terhambat.
Melalui konsep Getek Ceria Subang, pemerintah kecamatan ingin menawarkan alternatif solusi berupa sarana transportasi air sederhana yang aman dan adaptif terhadap kondisi pasang, sekaligus dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata berbasis lokal.
“Harapannya, jika konsep ini bisa direalisasikan ke depan, masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi mobilitas, tapi juga memiliki sumber penghasilan tambahan dari aktivitas wisata air,” tambahnya.
Arah Dukung Pembangunan Daera
Ida menjelaskan, ide inovasi ini disusun agar selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya penguatan sektor pariwisata, ekonomi kerakyatan, serta ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Konsep Getek Ceria Subang juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian indikator pembangunan daerah serta tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pertumbuhan ekonomi masyarakat, pengembangan kawasan berkelanjutan, dan adaptasi perubahan iklim.
Libatkan Nelayan dan Koperasi
Dalam rancangan awalnya, pengelolaan getek wisata akan melibatkan kelompok nelayan dan koperasi nelayan sebagai pelaku utama, mulai dari pengoperasian, perawatan, hingga pengelolaan usaha wisata.
Skema ini diarahkan untuk membuka peluang diversifikasi usaha nelayan, memperkuat kelembagaan ekonomi lokal, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata pesisir.
Desain Getek Berbasis Material Lokal
Konsep getek wisata yang dirancang menggunakan bahan utama bambu petung, kayu kelapa, dan atap rumbia, dengan ornamen bermotif Sunda sebagai identitas lokal Subang. Desain tersebut disesuaikan untuk sungai kecil dan perairan pesisir dengan kapasitas terbatas agar tetap aman dan stabil.
Selain mempertimbangkan aspek estetika, rancangan ini juga menekankan faktor keselamatan penumpang serta kemudahan perawatan oleh masyarakat setempat.
Masih Tahap Konseptual
Ida Erlinda menegaskan bahwa saat ini Getek Ceria Subang masih berada pada tahap gagasan dan perencanaan awal, termasuk penyusunan desain, pemetaan potensi sungai, serta penjajakan kerja sama dengan akademisi dan pihak pendukung lainnya.
“Kami berharap konsep ini bisa dikembangkan lebih lanjut melalui kajian, diskusi publik, dan kolaborasi berbagai pihak, sehingga benar-benar matang sebelum direalisasikan,” katanya.
Ia menambahkan, jika nantinya terealisasi, konsep ini diharapkan dapat menjadi salah satu model inovasi lokal dalam menghadapi persoalan banjir rob sekaligus mendorong tumbuhnya pariwisata berbasis masyarakat di pesisir Subang.





