MAROS, TINTAHIJAU.com — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar menanggapi informasi dari masyarakat terkait adanya suara seperti dentuman yang terdengar di sekitar wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak, Sabtu (17/1/2026).
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Arif Anwar, membenarkan adanya laporan dari warga yang mendengar suara dentuman di rentang waktu terjadinya hilang kontak pesawat tersebut. Selain dentuman, warga juga melaporkan adanya kabut asap di sekitar lokasi.
“Betul sekali, masyarakat di sekitar Kecamatan Leang-Leang ada mendengarkan suara dentuman, dan informasinya ada kabut asap dan segala macam,” ujar Arif dalam siaran Breaking News KompasTV, Sabtu.
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa tim SAR gabungan belum dapat memastikan apakah suara dentuman tersebut berkaitan langsung dengan pesawat ATR 42-500 yang tengah dicari. Proses pencarian di lapangan masih terus dilakukan.
“Namun tim di lapangan belum memastikan. Kami mohon doanya semoga secepatnya kami temukan titik koordinat pesawat tersebut, dan para awak serta penumpang bisa kami selamatkan,” ucapnya.
Arif juga mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait posisi terakhir atau titik koordinat pesawat, mengingat seluruh unsur SAR masih melakukan penyisiran di wilayah pencarian.
Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang. Pesawat tersebut tengah melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa pesawat sempat melakukan pendekatan ke landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, saat proses tersebut berlangsung, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.
“Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Lukman.
Ia menambahkan, Air Traffic Control (ATC) sempat memberikan arahan ulang kepada awak pesawat agar melakukan koreksi posisi dan kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.
“Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact),” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur guna memastikan keberadaan pesawat beserta seluruh awak dan penumpangnya.


