BEKASI, TINTAHIJAU.com — Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (17/1/2026) malam hingga Minggu pagi menyebabkan sejumlah permukiman di Kota Bekasi tergenang air. Ketinggian genangan dilaporkan mencapai sebetis orang dewasa, terutama di kawasan belakang Stadion Patriot, seperti Komplek Perumahan Jati Unggul dan Komplek Perumahan Keuangan.
Akibat kondisi tersebut, warga mulai melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang lebih parah. Sejumlah warga terlihat mengungsikan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, ke luar area perumahan untuk menghindari kerusakan apabila air terus meninggi.
Salah seorang warga, Faizal, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan jika genangan air tidak kunjung surut. Ia berkaca pada pengalaman banjir tahun 2025 lalu yang merendam kawasan tersebut hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.
“Untuk saat ini masih belum terlalu tinggi, tapi sebagian warga sudah bersiap. Terutama yang memiliki kendaraan bermotor,” ujar Faizal, Minggu (18/1/2026).
Ia berharap intensitas hujan segera menurun, khususnya di wilayah hulu seperti Bogor, agar aliran air yang menuju Bekasi berkurang dan genangan di permukiman warga dapat segera surut.
Sebagai warga yang pernah menjadi korban banjir besar tahun lalu, Faizal mengaku masih menyimpan trauma. Menurutnya, banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menyisakan pekerjaan berat pascakejadian.
“Tentunya saya pribadi trauma kalau banjir datang. Apalagi setelah banjir itu kita harus bersih-bersih memakan waktu, kerugian juga tidak sedikit,” katanya.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Dana. Ia berharap genangan air kali ini tidak berlangsung lama dan tidak berkembang menjadi banjir besar seperti yang terjadi pada 2025.
“Mudah-mudahan tidak sampai lama air menggenang. Dan jangan sampai menjadi banjir seperti tahun lalu,” ujarnya.
Hingga Minggu pagi, warga masih terus memantau perkembangan ketinggian air sembari bersiaga menghadapi kemungkinan hujan lanjutan.





