SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Di antara lipatan pegunungan Desa Curugagung, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, suara gemuruh air jatuh dari ketinggian memecah kesunyian hutan. Itulah Curug Cina, sebuah air terjun alami yang perlahan mulai dikenal, namun masih menyimpan pesona layaknya rahasia yang baru dibuka sebagian.
Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman yang tak terpisahkan. Dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar satu kilometer menyusuri jalur setapak yang diapit pepohonan rindang dan bebatuan alami. Udara sejuk pegunungan, aroma tanah basah, serta kicau burung menemani setiap langkah, seolah mengantar siapa pun memasuki ruang tenang yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Sesampainya di lokasi, panorama luar biasa langsung menyambut mata. Air terjun setinggi kurang lebih 50 meter mengalir deras membelah tebing-tebing batu yang menjulang megah. Percikan air membentuk kabut tipis yang menyejukkan wajah, sementara suara jatuhnya air menciptakan irama alam yang menenangkan. Di bawahnya, aliran air yang jernih mengalir membentuk kolam alami, mengundang siapa saja untuk sekadar merendam kaki atau duduk menikmati suasana.
Curug Cina berada di kawasan Subang Selatan yang dikenal masih asri dan relatif belum tersentuh pembangunan masif. Kondisi inilah yang menjadikan tempat ini begitu memanjakan mata sekaligus menenangkan pikiran. Pepohonan hijau yang rapat mengelilingi area curug, menghadirkan nuansa hutan tropis yang sejuk dan alami.
Salah seorang pengunjung lokal asal Desa Sagalaherang Kaler, De Kiki, mengaku mengetahui keberadaan Curug Cina dari media sosial. Ia menilai, air terjun ini kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif.
“Dulu Curug Cina tidak terlalu dikenal. Sekarang mulai ramai dikunjungi. Saya tahu dari media sosial, makanya tertarik datang langsung ke sini,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Curug Cina dapat menjadi penguat peta pariwisata Subang Selatan yang selama ini dikenal memiliki banyak potensi alam, namun belum seluruhnya tergarap maksimal.
“Curug Cina ini bukan sekadar tempat wisata, tapi simbol keindahan alam yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak, supaya tetap lestari dan alami,” tambahnya.
Meski menyimpan daya tarik besar, Curug Cina masih membutuhkan perhatian, khususnya dalam hal pengembangan fasilitas penunjang. Jalur menuju lokasi tergolong cukup menantang, terutama saat musim hujan ketika tanah menjadi licin. Ketersediaan penunjuk arah, pengaman jalur, tempat istirahat, hingga fasilitas dasar seperti toilet dan area duduk dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
Namun justru dari akses yang menantang itulah, sensasi petualangan Curug Cina terasa berbeda. Setiap tetes keringat selama perjalanan seolah terbayar lunas oleh pemandangan megah dan ketenangan yang ditawarkan di ujung jalur.
Curug Cina bukan hanya tentang air yang jatuh dari ketinggian, melainkan tentang perjumpaan manusia dengan alam dalam wujudnya yang paling jujur. Sebuah pengingat bahwa di balik geliat pembangunan, Subang masih menyimpan sudut-sudut sunyi yang layak dijaga, dirawat, dan dikenalkan dengan penuh tanggung jawab.
Di sanalah, di antara bebatuan dan gemuruh air, ketenangan menemukan bentuknya.





