BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat capaian signifikan dalam program penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu melalui program Jabar Caang. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 92.370 sambungan listrik berhasil disalurkan, menjadikannya capaian tertinggi sepanjang pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan penyaluran listrik ini merupakan wujud komitmen Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memastikan seluruh warga memperoleh akses listrik yang layak.
“Pak Gubernur menginginkan dengan anggaran yang ada, listrik bisa terselesaikan. Dan di tahun 2025, alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan target dengan memberikan kurang lebih 92.370 sambungan kepada masyarakat kurang mampu,” ujar Bambang, Minggu (18/1/2026).
Menurut Bambang, pelaksanaan program Jabar Caang tahun 2025 didukung oleh tiga skema pendanaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Corporate Social Responsibility (CSR), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari ketiga skema tersebut, kontribusi terbesar berasal dari APBD Jawa Barat.
Melalui skema APBD, total sambungan listrik yang disalurkan mencapai 76.038 unit, yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 3.318 sambungan, sedangkan tahap kedua mencapai 72.720 sambungan.
“Pelaksanaan Jabar Caang dengan skema APBD 2025 dilaksanakan dalam dua tahap. Pada 22 Desember 2025, semuanya sudah menyala,” kata Bambang.
Sementara itu, sambungan listrik melalui skema CSR dan APBN tercatat sebanyak 16.332 unit. Dari jumlah tersebut, 1.000 sambungan berasal dari dana CSR, sedangkan sisanya, 15.332 sambungan, diperoleh melalui dukungan pemerintah pusat.
“Jadi pemerintah provinsi juga punya program dari CSR, selain dari APBD. Kemudian dari lobi-lobi di pusat kita dapat 15.332 unit. Jika ditanya berapa gang yang sudah dikerjakan sampai akhir tahun 2025, totalnya sekitar 92.370 sambungan,” jelasnya.
Bambang menambahkan, capaian tahun 2025 ini melampaui rata-rata penyaluran listrik selama kurun waktu 2001 hingga 2024. Dalam rentang 23 tahun tersebut, Jawa Barat telah membantu penyambungan listrik bagi sekitar 418.053 rumah tangga kurang mampu.
“Sampai tahun 2024, Jabar telah memberikan bantuan penyambungan listrik kepada masyarakat tidak mampu sekitar 418.000-an rumah tangga. Di tahun ini, pemerintah berupaya semaksimal mungkin dengan 92.370 sambungan,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan langkah lanjutan dengan melakukan verifikasi dan validasi terhadap sekitar 290.000 keluarga yang belum memiliki sambungan listrik. Proses tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan listrik pada tahun anggaran mendatang.
“Untuk tahun 2026, berdasarkan informasi dari desa dan kelurahan, sekitar 290.000 keluarga akan diverifikasi dan divalidasi. Dengan anggaran 2026, pemerintah akan berupaya dengan skema sebelumnya untuk menuntaskan target tersebut,” pungkas Bambang.




