SUBANG, TINTAHIJAU.com – Informasi tentang pencegahan kehamilan sering kali bercampur antara fakta dan kepercayaan lama.
Tidak sedikit orang meyakini bahwa konsumsi makanan tertentu dapat mencegah terjadinya kehamilan secara alami.
Keyakinan tersebut menyebar luas melalui cerita dari mulut ke mulut, media sosial, hingga kebiasaan sehari-hari.
Padahal, tidak semua informasi yang terdengar meyakinkan memiliki dasar ilmiah.
Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang merupakan mitos dan mana yang didukung oleh fakta kesehatan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berisiko.
Mitos
Tidak ada makanan atau minuman yang terbukti secara ilmiah bisa mencegah kehamilan.
Beberapa contoh yang sering beredar tapi tidak benar:
Nanas, pepaya muda, kopi, minuman bersoda, jamu-jamuan, tape, atau makanan “panas” lainnya.
Semua itu tidak bisa menghentikan pembuahan atau mencegah sperma membuahi sel telur.
Paling jauh, efeknya hanya ke tubuh secara umum (misalnya bikin perut tidak nyaman), bukan sebagai kontrasepsi.
Kenapa mitos ini bisa berbahaya?
- Bisa memberi rasa aman palsu
- Berisiko kehamilan tidak direncanakan
- Konsumsi berlebihan (misalnya jamu tertentu) justru bisa mengganggu kesehatan.
Pencegahan kehamilan hanya bisa dilakukan dengan metode kontrasepsi yang terbukti secara medis, seperti: Kondom, Pil KB, suntik KB, implan, atau IUD serta metode lain yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada makanan atau minuman yang terbukti mampu mencegah kehamilan.
Kepercayaan yang beredar di masyarakat sebagian besar hanyalah mitos dan tidak didukung oleh bukti medis.
Oleh karena itu, penting untuk bersikap kritis terhadap informasi yang diterima dan mengandalkan pengetahuan kesehatan yang benar agar terhindar dari kesalahpahaman yang dapat merugikan.




