Megapolitan

Misteri Data Langkah Kaki di Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Terungkap

×

Misteri Data Langkah Kaki di Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Terungkap

Sebarkan artikel ini
Visual sejumlah personel SAR Gabungan saat menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi. (Sumber: Istimewa via Basarnas)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Misteri data 13.647 langkah pada smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, akhirnya terungkap. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan data tersebut bukan terekam setelah kecelakaan pesawat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i menegaskan, rekaman langkah kaki itu berasal dari aktivitas Farhan beberapa bulan sebelum kecelakaan, saat yang bersangkutan masih berada di Yogyakarta.

“Setelah dibuka, ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” kata Syafi’i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026) seperti yang dirangkum dari laman detikTravel.

Sebelumnya, keluarga Farhan sempat menyebut smartwatch kopilot tersebut masih aktif setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Perangkat itu bahkan mencatat 13.647 langkah dan memunculkan dugaan adanya pergerakan korban.

Informasi tersebut disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), kakak dari Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan. Pitri menyebut ponsel Farhan telah ditemukan dan diserahkan tim SAR kepada keluarga sejak Sabtu (17/1).

Pitri berharap data dari smartwatch dapat digunakan untuk melacak keberadaan Farhan. Ia mengaku informasi smartwatch masih aktif diterima dari adiknya yang berada di lokasi pencarian di Gunung Bulusaraung.

Namun, Basarnas memastikan data tersebut tidak berkaitan dengan insiden kecelakaan. Klarifikasi dilakukan dengan bantuan Polda Sulawesi Selatan, dan pihak keluarga telah dimintai keterangan.

Syafi’i mengatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut dan memahami kondisi yang sebenarnya. Ia juga memahami harapan keluarga yang sempat muncul akibat informasi pergerakan langkah kaki itu.

“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga,” ujarnya.

Basarnas hingga kini masih mengerahkan berbagai upaya pencarian. Sejumlah pesawat dan tiga helikopter dikerahkan, termasuk upaya modifikasi cuaca agar proses evakuasi dapat berjalan optimal.

Sumber: detikTravel