Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka yang baru setelah ditetapkan melalui kajian para pakar pada 11 Februari, Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai mematangkan berbagai persiapan.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat pimpinan (Rapim) khusus bersama jajaran eksekutif dan Forkopimda di Pendopo Majalengka, Kamis (22/01/2026).
Menurut Eman, Rapim khusus digelar karena agenda persiapan Hari Jadi bersifat mendesak, sementara rapat rutin pada hari Senin sebelumnya tidak dapat dilaksanakan lantaran dirinya tengah berada di luar daerah.
“Hari ini alhamdulillah kita mengumpulkan para eksekutif termasuk Forkopimda untuk rapim khusus, khusus membahas persiapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka yang akan dilaksanakan pada 11 Februari,” ujarnya.
Eman menegaskan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka pertama dengan penetapan tanggal baru ini akan digelar dengan prinsip meriah, sederhana, efektif, dan efisien, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“Meriah bukan berarti mewah. Ukurannya adalah kehadiran masyarakat, banyaknya masyarakat yang tahu, ikut serta, dan mendukung kegiatan tersebut. Sederhana dari sisi biaya dan kegiatan, tapi tetap bermakna,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa peringatan ini merupakan Hari Jadi Kabupaten Majalengka, bukan sekadar Hari Jadi Majalengka, sebagaimana tercatat secara resmi dalam arsip sejarah nasional.
“Di Besluit dan Arsip Nasional tercatat bahwa Kabupaten Majalengka berdiri pada 11 Februari 1840, dengan bupati pertamanya Raden Arya,” tegas Eman.
Dalam rangkaian kegiatan, Pemkab Majalengka merencanakan doa bersama dan ziarah ke makam para bupati terdahulu di Girilawungan, yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026, sehari sebelum puncak peringatan.
“Ukuran meriah bagi saya adalah ketika masyarakat hadir, datang berdoa, mendoakan para bupati yang telah memimpin Majalengka,” katanya.
Eman juga menjelaskan bahwa perubahan penetapan Hari Jadi dari sebelumnya yang dikenal ke-534 menjadi ke-186 tahun merupakan hasil kajian mendalam secara akademis dan empiris.
“Ini bukan lagi cerita, tapi berdasarkan fakta dan kajian ilmiah. Kabupaten Majalengka berdiri 11 Februari 1840,” ujarnya.
Meski demikian, Eman menegaskan tetap menghormati sejarah dan cerita rakyat yang berkembang sebelumnya, termasuk rencana ziarah ke sejumlah makam tokoh sejarah lainnya.
Pada puncak rangkaian kegiatan, Bupati berencana mengajak masyarakat berjalan kaki dari Pendopo menuju lokasi ziarah dengan mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap para pendahulu.





