KARANGANYAR, TINTAHIJAU.COM –Wingdik 400/Matukjur. Upaya TNI Angkatan Udara dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus menunjukkan langkah konkret. Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 400/Matukjur Kolonel Pas Roni Wijaya, M.Han., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 04-2 Wingdik 400/Matukjur Gabungan Kodiklatau, Ny. Nita Roni Wijaya, menghadiri kegiatan Panen Bersama Ubi Jalar Putih di lahan ketahanan pangan Lanud Adi Soemarmo, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han., sebagai bagian dari penguatan peran strategis TNI AU tidak hanya dalam menjaga kedaulatan udara, tetapi juga dalam membangun kemandirian pangan sebagai elemen penting ketahanan nasional.
Dari lahan seluas 2 hektare, panen ubi jalar putih menghasilkan sekitar 250 kilogram. Tanaman yang dibudidayakan sejak September 2025 ini dipanen setelah empat bulan masa tanam. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa optimalisasi aset negara berupa lahan militer dapat dikembangkan secara produktif untuk mendukung kebutuhan pangan internal sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, program ketahanan pangan ini diproyeksikan menjadi model integrasi antara pertahanan dan pembangunan, di mana satuan TNI AU tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan tempur, tetapi juga sebagai motor penggerak ketahanan ekonomi dasar masyarakat di sekitarnya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU dalam menjawab tantangan krisis pangan global, perubahan iklim, serta fluktuasi rantai pasok pangan nasional,” demikian disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Panen bersama turut dihadiri Dansetukpa Kolonel Pnb Urip Widodo, para kepala dinas jajaran Lanud Adi Soemarmo, Ka RSAU dr. Siswanto Letkol Kes dr. Achmad Yunus, Sp.OG., para pejabat Lanud, serta Ketua dan pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.II Lanud Adi Soemarmo.
Kehadiran lintas unsur ini memperkuat sinergi internal TNI AU dalam membangun ketahanan pangan yang berorientasi jangka panjang dan berdampak nyata bagi kesejahteraan prajurit beserta keluarganya.





