BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar pagelaran budaya bertajuk “Wanoja Sadayana” dalam rangka Rumawat Padjadjaran ke-109, Jumat, 23 Januari 2026. Acara ini berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata (Aula Unpad), Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung.
“Wanoja Sadayana” merupakan sebuah gelar eundeun yang menampilkan Puspa Karima sebagai pengusung utama. Pagelaran ini menempatkan perempuan sebagai poros penting dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Sunda, sekaligus menjadi ruang apresiasi atas peran wanoja dalam merawat nilai-nilai tradisi lintas generasi.
Beragam seni tradisi Sunda yang kini mulai jarang dijumpai dihadirkan dalam perhelatan ini, di antaranya reak angklung, tayuban, tarawangsa, pantun, calung, penca, beluk, hingga wayang golek. Seluruh sajian tersebut dikemas sebagai upaya menghadirkan kembali kekayaan ekspresi budaya Sunda kepada publik.
Melalui pertunjukan seni tradisi yang ditampilkan, “Wanoja Sadayana” tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami kebudayaan sebagai proses yang terus hidup, dirawat, dikembangkan, dan diwariskan. Pusat Budaya Sunda Unpad menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghadirkan ruang ekspresi sekaligus edukasi budaya yang terbuka bagi masyarakat luas.
Pementasan seni dan budaya ini menjadi acara budaya ke-109 yang diselenggarakan di tempat ini. Pimpinan Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ganjar Kurnia, mantan Rektor Unpad sekaligus inisiator acara ini menegaskan bahwa Pusat Budaya Sunda Unpad memiliki peran strategis dalam mengembangkan seni dan budaya, serta sebagai ruang bagi akademisi dan masyarakat untuk berdiskusi dan berkarya.
Pagelaran “Wanoja Sadayana” dihadiri dan disaksikan oleh ratusan tamu undangan serta masyarakat umum. Hadir pula para pegiat budaya, akademisi, dan generasi muda yang turut berpartisipasi dalam perhelatan budaya yang sarat makna ini.

Penulis: Kin Sanubary