Megapolitan

Jalan dan Jembatan Desa di Aceh Kembali Tersambung Usai Bencana

×

Jalan dan Jembatan Desa di Aceh Kembali Tersambung Usai Bencana

Sebarkan artikel ini
Prajurit TNI dan warga gotong royong membangun jembatan (Foto: istimewa)

ACEH, TINTAHIJAU.com — Desa-desa terpencil di Aceh yang sempat terputus akibat banjir dan longsor mulai kembali terhubung. Sejumlah akses jalan dan jembatan yang sebelumnya rusak kini berangsur pulih, sehingga aktivitas masyarakat perlahan berjalan normal.

Proses pemulihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda bersama unsur TNI, Polri, Kementerian PUPR, PLN, serta instansi terkait lainnya. Material longsoran dan puing banjir dibersihkan untuk membuka kembali jalur transportasi yang vital bagi warga terdampak.

Upaya rehabilitasi tidak hanya difokuskan pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memastikan akses layanan dasar dan mobilitas masyarakat dapat kembali berfungsi.

Di Aceh Timur, jembatan aramco didirikan di Desa Alue Gadeng Dua guna menghubungkan Desa Alue Sentang dengan jalur utama Medan–Banda Aceh. Sementara itu, di Desa Alue Sentang I dan II, jembatan dibangun untuk menghubungkan antardusun serta akses utama desa.

Perbaikan serupa juga dilakukan di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa, dengan pembangunan jembatan penghubung Dusun Leupon menuju Simpang Damar, Desa Lhok Lemak. Di Kabupaten Bener Meriah, penguatan ruas jalan KKA serta pembangunan jembatan di Burni Pase 3, Burni Pase 4, dan Pasar Buntul turut dilakukan.

Di Kecamatan Bandar, jalur penghubung dibangun untuk mengoneksikan Desa Bahgie Bertona dan Desa Pondok Baru. Sementara di Aceh Tamiang, pembangunan akses antardusun menghubungkan Desa Terban dan Desa Tupah dengan jalur Medan–Banda Aceh.

Akses menuju pusat kegiatan warga juga diperkuat di Desa Suka Mulia, Dusun Mawar. Selain itu, jalur penghubung dibangun di Desa Blangkandis, Kecamatan Bandar Pusaka, yang menghubungkan Dusun Bukit Karim dengan Dusun Sepakat, Desa Batang Ara.

Di Aceh Timur, pembangunan jalur juga mencakup lintasan Blang Gleum–Proyek Sosial, Buket Makmur–Paya Pas, serta Lhok Seuntang–Kampung Baru. Kecamatan Indra Makmur turut memperkuat akses penghubung antara Desa Suka Makmur dan Desa Alue Itam.

Sementara di Kecamatan Nurussalam, jalur penghubung dibangun antara Desa Alue Siwah Serdang dan Desa Gampong Mesjid. Di Kabupaten Bireuen, pembangunan akses dilakukan pada jalur Desa Batee Raya–Seneubok Peuraden, Desa Juli Tambo Tanjong–Paloh Panyang, serta Desa Salah Sirong Jaya–Alue Limeng.

Aceh Utara juga melakukan pembangunan jalur penghubung Desa Alue Capli–Ulee Rubek Barat, Matang Puntong, serta Jembatan Jambo Mesjid di Desa Meuraksa. Rangkaian upaya tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas desa terpencil, meningkatkan mobilitas warga, dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Sumber RRI.co.id