Megapolitan

Banjir Rendam 3.500 Rumah Warga di 6 Kecamatan di Kabupaten Subang

×

Banjir Rendam 3.500 Rumah Warga di 6 Kecamatan di Kabupaten Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Subang hingga Senin (26/01/2026) telah merendam sedikitnya 3.500 rumah warga yang tersebar di enam kecamatan, yakni Pusakajaya, Pamanukan, Ciasem, Sukasari, Blanakan, dan Legonkulon.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., saat meninjau lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Fly Over Pamanukan, Kecamatan Pamanukan.

Di lokasi tersebut, tercatat sebanyak 150 jiwa warga Desa Mulyasari masih mengungsi. Desa tersebut menjadi titik terparah banjir di Kecamatan Pamanukan dari total delapan desa terdampak.

Kang Rey menjelaskan, selain meninjau kondisi pengungsi, pihaknya juga memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama berada di posko pengungsian.

Dalam dialog dengan warga, ia kembali mengingatkan agar masyarakat tidak kembali ke rumah sebelum banjir benar-benar surut dan kondisi dinyatakan aman

“Ulah kaditu heula,” ujar Kang Rey sambil membagikan bantuan berupa mi instan dan beras bersama Dandim 0605 Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., dan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.

Terkait banjir yang terus berulang, khususnya di wilayah Pantura Subang seperti Pamanukan, Kang Rey menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan langkah mendesak yang harus segera dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kita terus koordinasi dan menuntut BBWS agar segera melakukan normalisasi sungai-sungai, bukan hanya satu titik. Ini agar banjir tahunan tidak terus berulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, kewenangan normalisasi sungai berada di pemerintah pusat melalui BBWS, sehingga pemerintah daerah tidak bisa bertindak sendiri.

“Bukan kita tidak mau turun, tapi kalau Pemerintah Daerah yang melakukan, justru bisa menjadi temuan dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Karena itu BBWS harus segera turun tangan,” jelasnya.

Selain upaya struktural tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang juga menyiapkan langkah penanganan darurat dengan mendirikan posko pengungsian, dapur umum, menyalurkan bantuan logistik, serta menyediakan layanan kesehatan dengan dokter siaga 24 jam.

“Kita siapkan posko, dapur umum, makanan kita drop, layanan kesehatan kita siapkan dokter 24 jam, termasuk selimut dan kebutuhan harian lainnya,” ujarnya.

Kang Rey juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama membantu proses pemulihan pascabencana.

“Total ada 3.500 rumah di enam kecamatan yang terdampak. Kami mohon bantuan semua pihak agar pemulihan bisa segera berjalan,” katanya.

Terakhir, Kang Rey mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan di wilayah Subang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menyiapkan titik-titik pengungsian tambahan di lokasi yang lebih aman dan strategis.

“Informasi dari BMKG, curah hujan masih tinggi. Mudah-mudahan banjir tidak bertambah. Kita siapkan tempat pengungsian yang lebih strategis untuk masyarakat,” pungkasnya.