BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Arahan tersebut disampaikan Farhan saat apel pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (26/1/2026).
Farhan menegaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem merupakan kondisi nyata yang harus dihadapi dengan perencanaan serta mitigasi yang matang, bukan saling menyalahkan. “Kita tidak boleh menyalahkan cuaca, kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut” tegasnya, saat pidato pada upacara Senin (26/01/2026).Ia menilai, ketidaksiapan dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem justru menjadi persoalan utama.
Menurutnya, bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat harus dijadikan pelajaran agar Pemkot Bandung lebih sigap dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana. Farhan juga menyoroti wilayah utara Kota Bandung yang kian rentan akibat berkurangnya tutupan hutan dari barat hingga timur.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko banjir, longsor, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya di Kota Bandung.
Sumber: FaktaBandungRaya





